Luwu, A24 Media — Masalah sampah di Pasar Padang Sappa, Kabupaten Luwu, masih belum tertangani dengan baik. Pelaku pasar mendesak Pemerintah Kabupaten Luwu untuk segera menyediakan bunker (tempat pembuangan sampah) guna menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan pasar.
Berdasarkan pantauan di lokasi, area transaksi antara pedagang dan pengunjung terlihat tertata rapi dan bersih. Namun, tumpukan sampah yang menggunung di pinggiran pasar menciptakan pemandangan tidak sedap dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.
Kepala Pasar Padang Sappa, Samuel Duma, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menangani masalah sampah tersebut.
“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin dengan membakar sampah dan menumpuknya di area tertentu. Bahkan, kami sudah berkali-kali mengajukan permohonan kepada Pemkab Luwu untuk menyediakan 2-3 bunker sampah,” ujar Samuel Pada Rabu, (26/02/2025).
Ia menegaskan bahwa pihak pasar terus berupaya menertibkan tumpukan sampah. Namun, tanpa dukungan dari pemerintah dalam penyediaan sarana pembuangan dan pengangkutan sampah, masalah ini sulit diatasi.
Sejumlah pedagang mengakui telah menerima instruksi untuk menjaga kebersihan area jualan mereka. Namun, ketiadaan bunker dan kendaraan pengangkut sampah membuat sampah tetap menumpuk.
“Sudah berusaha memisahkan sampah di pinggir, tetapi kalau tidak ada bunker dan pengangkutan rutin, ya tetap saja seperti ini,” keluh Arni, salah satu pedagang pasar.
Warga Kelurahan Padang Sappa, Mia, turut menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, permasalahan ini bukan sepenuhnya kesalahan pengelola pasar, melainkan tanggung jawab pemerintah daerah.
“Retribusi pasar terus berjalan, tetapi fasilitas pendukung seperti bunker dan transportasi sampah tidak disediakan. Saya berharap pemerintah dan DPRD Luwu segera mencari solusi,” kata Mia.
Ketua Organisasi Masyarakat Silu Raya, Sumang, S.Ag., menilai masalah sampah ini adalah tanggung jawab bersama antara pengelola pasar, pelaku pasar, dan dinas terkait. Namun, ia juga mempertanyakan status kepemilikan lahan pasar yang masih belum jelas.
“Jika benar pasar ini masih dalam status sengketa, tentu perlu ada perhatian khusus dari pemerintah. Saya mengusulkan agar anggota DPRD dari Dapil 7 bisa mengajukan permohonan kepada perusahaan sekitar untuk membantu menyediakan bunker melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR),” ujar Sumang.
Ia berharap Pemkab Luwu lebih proaktif dalam mengalokasikan dana CSR untuk pengadaan bunker di seluruh pasar di wilayah tersebut.
“Sangat disayangkan jika potensi CSR dari perusahaan tambang di Luwu tidak dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, khususnya dalam menjaga lingkungan hidup,” pungkas Sumang.
Masalah sampah di Pasar Padang Sappa membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Luwu. Diharapkan, ada langkah konkret dalam menyediakan sarana pembuangan sampah dan memastikan kebersihan pasar terjaga demi kenyamanan pedagang dan pengunjung.














Komentar