Tokoh Sepuh Desa Buntu Barana Tutup Usia, Tinggalkan Jejak Sejarah Lebih dari Satu Abad

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LUWU, A24MEDIA – Duka mendalam menyelimuti masyarakat Desa Buntu Barana, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Salah satu tokoh tertua sekaligus figur yang dihormati di desa tersebut, Mangaweang, dikabarkan meninggal dunia pada hari ini setelah menjalani perjalanan hidup yang melintasi berbagai era penting dalam sejarah Indonesia.

Berdasarkan data administrasi kependudukan yang tercantum dalam Kartu Keluarga, Mangaweang lahir pada 31 Desember 1920. Dengan usia yang telah melewati satu abad, ia menjadi saksi hidup berbagai peristiwa bersejarah, mulai dari masa penjajahan, perjuangan mempertahankan kemerdekaan, pergolakan politik nasional, hingga perkembangan Indonesia di zaman modern.

Semasa hidupnya, Mangaweang dikenal luas sebagai sosok yang sederhana, bijaksana, dan dekat dengan masyarakat. Kepercayaan warga mengantarkannya memimpin Desa Buntu Barana dalam dua periode berbeda, yakni pada tahun 1966–1983 dan kembali menjabat pada 1993–2001. Kepemimpinannya yang mengedepankan musyawarah serta nilai-nilai kekeluargaan meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat setempat.

Baca Juga :  Turnamen Domino Menpora Cup 2025 Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata di Luwu

Perjalanan hidup Mangaweang tidak lepas dari dinamika sejarah Sulawesi Selatan. Pada masa mudanya, ia pernah bergabung dengan pasukan DI/TII yang dipimpin oleh Kahar Muzakkar dan mengalami secara langsung berbagai peristiwa yang terjadi pada masa tersebut.

Di penghujung usianya, Mangaweang sering membagikan petuah kehidupan kepada generasi muda. Ia memandang kehidupan dan kematian dengan penuh ketenangan serta keikhlasan. Dalam sebuah kesempatan wawancara, ia pernah mengungkapkan bahwa dirinya selalu siap menghadapi akhir kehidupan kapan pun waktu itu tiba.

Baca Juga :  Panahan Luwu Bidik Posisi Empat Besar di Pra-Porprov Sulsel 2025 Maros

“Saya tidak tahu kenapa Tuhan kasih saya umur panjang. Sejak dulu saya sudah selalu siap mati. Siap,” ujarnya.

Kepergian Mangaweang meninggalkan duka bagi keluarga besar yang terdiri dari anak, cucu, cicit, hingga keturunan generasi berikutnya. Selama lebih dari seratus tahun hidupnya, ia telah menyaksikan perubahan zaman, lahirnya generasi baru, serta berbagai peristiwa yang membentuk perjalanan bangsa.

Bagi masyarakat Desa Buntu Barana dan Kabupaten Luwu, wafatnya Mangaweang bukan sekadar kehilangan seorang tokoh sepuh. Kepergiannya juga menandai berakhirnya satu kisah hidup yang menjadi bagian dari catatan sejarah panjang daerah dan bangsa Indonesia.

Follow WhatsApp Channel a24media.web.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Luwu Kukuhkan 127 Pejabat Hasil Merger OPD, Tegaskan Penataan Organisasi dan Peningkatan Kinerja ASN
Dinkes Luwu Terbitkan Surat Edaran Waspada Karhutla dan Kekeringan, Puskesmas Diminta Siaga
Bupati Luwu Temui Warga Bua, Paparkan Program Prioritas dan Peluang Bantuan Pembangunan
Kabar Duka, Basri “Gonrong” Mantan Kepala Biro Harian Fajar Palopo Meninggal Dunia
PS Luwu U-15 Tembus 8 Besar Nasional Piala Soeratin 2026, Siap Berlaga di IKN
Meriahkan Harkopnas ke-79, Gubernur Sulsel, Menteri Koperasi dan Kepala Daerah Turun ke Lapangan di Sorowako
Bentrokan di Palopo Berlangsung 11 Menit, Satu Pemuda Tewas
Dekopinda Luwu Jajaki Inovasi Koperasi dan UMKM di Harkopnas ke-79 Sorowako, POS SIMOMA Jadi Inspirasi
Berita ini 27 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:56 WITA

Bupati Luwu Kukuhkan 127 Pejabat Hasil Merger OPD, Tegaskan Penataan Organisasi dan Peningkatan Kinerja ASN

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:47 WITA

Dinkes Luwu Terbitkan Surat Edaran Waspada Karhutla dan Kekeringan, Puskesmas Diminta Siaga

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:20 WITA

Bupati Luwu Temui Warga Bua, Paparkan Program Prioritas dan Peluang Bantuan Pembangunan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:16 WITA

Kabar Duka, Basri “Gonrong” Mantan Kepala Biro Harian Fajar Palopo Meninggal Dunia

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:08 WITA

PS Luwu U-15 Tembus 8 Besar Nasional Piala Soeratin 2026, Siap Berlaga di IKN

Berita Terbaru