Luwu, A24 Media – Pemerintah tengah mengusulkan Gunung Latimojong, gunung tertinggi di Sulawesi Selatan dengan ketinggian 3.478 mdpl, sebagai kawasan Taman Nasional. Rabu (21/05/2025).
Tim Pengusulan Gunung Latimojong menemui Bupati Luwu, H. Patahudding, S.Ag, di Kantor Bupati Luwu, Belopa, untuk memaparkan rencana tersebut.
Tim yang terdiri dari perwakilan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Dinas Lingkungan Hidup, Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Latimojong, DPRD Kabupaten Luwu, serta pemerhati lingkungan, menjelaskan bahwa usulan Taman Nasional ini mencakup empat kabupaten: Luwu, Sidrap, Enrekang, dan Toraja.
Di Kabupaten Luwu, kawasan yang diusulkan seluas 24 ribu hektare (Ha), sementara total luas keseluruhan mencapai 83 ribu Ha. Area tersebut merupakan hutan lindung dan berada di luar konsesi tambang PT Masmindo Dwi Area serta wilayah Perhutanan Sosial (PS).
Bupati Luwu, H. Patahudding, menyambut positif usulan ini sebagai upaya menjaga kelestarian alam dan keanekaragaman hayati di Gunung Latimojong.
“Kita harus menjaga ekosistem Gunung Latimojong agar tetap lestari, termasuk flora dan fauna endemiknya,” tegas Patahudding.
Namun, ia mengingatkan agar penetapan Taman Nasional tidak mengganggu aktivitas vital yang sudah berjalan di kawasan tersebut.
“Ada objek vital di wilayah ini yang sedang beroperasi. Kami harap tidak terjadi tumpang tindih regulasi,” ujarnya.
Selain itu, Patahudding mengusulkan agar kantor Balai Taman Nasional nantinya berpusat di Kabupaten Luwu, mengingat kesejarahan dan identitas wilayah tersebut.
“Kecamatan Latimojong sudah menjadi bagian dari kabupaten kami, sehingga logis jika pengelolaannya berbasis di sini,” jelasnya.
Dalam audiensi yang berlangsung lebih dari dua jam, tim pengusul dan Bupati Luwu juga membahas penyempurnaan peta kawasan, termasuk pengecualian objek seperti jalan dan pemukiman.
Hal ini perlu dikaji ulang melalui overlay dengan peta RT/RW setempat.
Gunung Latimojong, yang dijuluki “Atap Sulawesi”, merupakan gunung tertinggi kelima di Indonesia dalam jajaran Seven Summit Indonesia. Kawasan ini kaya akan keanekaragaman hayati, seperti satwa endemik anoa, rusa, tarsius, julang Sulawesi, dan elang Sulawesi. Selain itu, wilayah ini memiliki potensi wisata alam seperti sungai, air terjun, serta perkebunan kopi, lada, kakao, dan cengkeh.
Tak hanya itu, Pegunungan Latimojong juga menyimpan kekayaan budaya lokal dan sumber daya mineral, termasuk emas. Dengan segala potensinya, penetapan sebagai Taman Nasional diharapkan dapat melindungi ekosistem sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.














Komentar