Palopo, A24 Media – Sebanyak 45 wisatawan mancanegara asal Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru mengunjungi Istana Kedatuan Luwu, Kota Palopo, Selasa (22/07/2025).
Kedatangan mereka menjadi bagian dari rangkaian perjalanan kapal pesiar Silversea yang berlabuh di Pelabuhan Tanjung Ringgit pada pagi hari.
Dalam agenda kunjungan tersebut, para turis disuguhkan pengalaman wisata budaya khas Palopo. Mereka diajak menyusuri sudut-sudut kota menggunakan becak tradisional, dimulai dari kawasan permukiman nelayan untuk melihat langsung kehidupan masyarakat pesisir.
Selanjutnya, para wisatawan menyambangi Masjid Jami Tua Palopo, salah satu situs sejarah Islam tertua di Sulawesi Selatan, sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi utama yakni Istana Kedatuan Luwu.
Setibanya di istana, rombongan disambut secara adat oleh pihak Kedatuan bersama jajaran Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata Kota Palopo. Selain pengenalan sejarah dan arsitektur istana, wisatawan juga disuguhi aneka kuliner tradisional seperti onde-onde, doko-doko, dan buroncong.
Menambah semarak kunjungan, para wisatawan turut diajak menari ma’dero—tarian khas penyambutan tamu—bersama penari dan staf kebudayaan setempat.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palopo, Magfirani Nassa, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan operator kapal pesiar internasional dalam mempromosikan pariwisata budaya.
“Paket wisata ini kami rancang agar meninggalkan kesan mendalam bagi wisatawan asing. Salah satunya melalui kunjungan ke Istana Kedatuan Luwu yang menyimpan sejarah panjang peradaban Luwu,” terang Magfirani di lokasi.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas layanan dan atraksi budaya demi mendongkrak daya saing Palopo sebagai destinasi wisata global.
“Kami ingin agar setiap kunjungan membawa cerita positif yang bisa mereka bawa pulang ke negaranya,” tambahnya.
Salah satu wisatawan asal Selandia Baru, John, mengaku terkesan dengan keramahan warga Palopo serta keunikan budaya lokal. “Saya menikmati kunjungan ke kampung nelayan dan upacara penyambutannya. Onde-onde juga enak, dan masyarakatnya ramah sekali,” ujar John.
Kunjungan ini menjadi bukti bahwa kekayaan budaya dan sejarah Luwu memiliki daya tarik tersendiri di mata dunia, serta membuka peluang baru bagi promosi pariwisata Kota Palopo ke kancah internasional.














Komentar