Makassar, A24 Media — Pasangan Naili Trisal dan Akhmad Syarifuddin Daud resmi dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo periode 2025–2030 oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Senin (04/08/2025), pukul 09.20 WITA. Pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Presiden RI Nomor 100.2.1.3-2861 Tahun 2025.
Dalam sambutannya, Gubernur Sudirman menyatakan keyakinannya terhadap kapasitas pasangan ini. “Saya percaya bahwa saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan,” ujarnya.
Pelantikan ini menjadi tonggak sejarah bagi Kota Palopo, karena untuk pertama kalinya jabatan wali kota diemban oleh seorang perempuan. Naili Trisal menggantikan kepemimpinan sebelumnya yang dipegang oleh H. M. A. Tenri Ajeng dan Judas Amir. Dalam acara pelantikan, Naili tampak mengenakan seragam putih PDU didampingi suaminya, Trisal Tahir.
Sementara itu, Akhmad Syarifuddin atau yang akrab disapa “Ome” kembali menjabat sebagai wakil wali kota untuk kedua kalinya setelah sebelumnya mengemban jabatan yang sama pada periode 2013–2018.
Pelantikan ini menjadi penutup dari rangkaian pelantikan kepala daerah di Sulawesi Selatan, menyusul selesainya proses sengketa hasil Pilkada 2024 di Mahkamah Konstitusi. Gubernur Sudirman bahkan sempat berkelakar,
“Luar biasa perjuangannya. Saya saja kampanye sekali sudah lelah, apalagi dua kali. Untung tidak sampai pertandingan ketiga,” disambut gelak tawa para tamu undangan.
Selain pelantikan wali kota dan wakil wali kota, turut dilantik pula para pendamping kepala daerah, termasuk Ketua TP-PKK, Ketua Dekranasda, Bunda Literasi, dan Bunda Forum Anak. Megawati Usman Akhmad, istri Wakil Wali Kota, resmi menjabat sebagai Ketua TP-PKK Kota Palopo.
Komitmen Palopo Baru
Usai pelantikan, pasangan Naili-Ome menyampaikan visi mereka untuk lima tahun ke depan: “Palopo Baru Menuju Kota Jasa Global.” Visi tersebut diwujudkan dalam empat misi utama, yakni:
1. Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, berakhlak, dan bahagia.
2. Mewujudkan pusat-pusat pertumbuhan baru berbasis lingkungan dan tata ruang berkelanjutan.
3. Penguatan daya saing ekonomi melalui inovasi dan jejaring global.
4. Mendorong tata kelola pemerintahan yang sinergis, transparan, dan inovatif.
Sebagai bagian dari komitmen kepada masyarakat, Naili-Ome juga memperkenalkan 25 program prioritas yang akan dijalankan secara bertahap dan akuntabel. Program-program ini mencakup berbagai sektor penting, seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, lingkungan, dan reformasi pelayanan publik.
Beberapa program unggulan yang akan segera dijalankan meliputi:
Seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi siswa baru SD–SMP.
Kredit usaha perempuan dan subsidi air bersih untuk masyarakat kurang mampu.
Pembangunan RS jiwa, RS ibu dan anak, serta pusat rehabilitasi narkoba.
Dana infrastruktur sebesar Rp 1 miliar per kelurahan.
Pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi pensiunan PNS, TNI, dan Polri.
25 Janji Program Naili-Ome
Berikut daftar lengkap 25 program prioritas yang dijanjikan:
1. Seragam dan perlengkapan sekolah gratis.
2. Pelatihan calon pelaut gratis dan jaminan kerja.
3. Ruang terbuka publik di setiap kecamatan.
4. Penataan pesisir dan pembangunan stasiun solar terapung.
5. Pengangkatan tenaga honorer menjadi PPPK.
6. Kenaikan TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) secara bertahap.
7. Hibah riset untuk institusi pendidikan tinggi.
8. Pendirian Warung Bibit Tani dan Ternak.
9. Revitalisasi Balai Latihan Kerja.
10. Bantuan untuk rumah ibadah.
11. Modernisasi angkutan kota.
12. Pembangunan RS jiwa, RS ibu dan anak, dan pusat rehabilitasi.
13. Kredit usaha untuk perempuan.
14. Dana infrastruktur Rp 1 miliar per kelurahan.
15. Program penanggulangan banjir dan normalisasi sungai.
16. Penjadwalan angkutan sampah dan limbah.
17. Bantuan hukum gratis bagi masyarakat rentan.
18. Revitalisasi Istana Kedatuan Luwu.
19. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dua kali lipat.
20. Penerapan zona integritas dan birokrasi bersih.
21. Pendirian rumah aman bagi perempuan dan anak korban kekerasan.
22. Subsidi air dan pengembangan sistem air masyarakat.
23. Pengembangan 10 UMKM Go Internasional.
24. Pembebasan PBB bagi pensiunan.
25. Penataan kampung tematik berbasis wisata.
Masyarakat Kota Palopo kini menaruh harapan besar pada kepemimpinan baru ini. Mereka berharap seluruh janji yang telah disampaikan dapat diwujudkan dengan prinsip transparansi, keberpihakan kepada rakyat, serta penguatan tata kelola yang akuntabel.














Komentar