Luwu, A24 Media – Bupati Luwu, H. Patahudding, meresmikan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Bonelemo, Kecamatan Bajo Barat, Rabu (10/09/2025).
Kegiatan ini dirangkaikan dengan peluncuran Gerai Sembako KDMP serta penyerahan kartu anggota dan kerja sama kemitraan dengan sejumlah pemilik warung.
Dalam sambutannya, Bupati menyambut baik lahirnya KDMP Bonelemo sebagai koperasi desa pertama di Kabupaten Luwu. Ia menilai inisiatif tersebut menunjukkan komitmen pemerintah desa bersama masyarakat untuk bergerak cepat membangun kemandirian ekonomi.
“Saya mengapresiasi langkah ini karena Bonelemo kembali menjadi yang terdepan. Sebagai koperasi desa pertama, KDMP Bonelemo harus menjadi role model bagi desa lain di Luwu,” kata Patahudding.
Bupati menegaskan, pengelolaan koperasi membutuhkan dukungan semua pihak. Ia optimistis KDMP Bonelemo dapat berkembang, terlebih koperasi ini telah memiliki gerai sembako yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Langkah ini, menurutnya, menjadi strategi penting menjaga kestabilan harga dan ketersediaan pangan di tingkat desa.
Sementara itu, Kepala Desa Bonelemo, Baso, dalam laporannya menyampaikan bahwa sejak awal pihaknya bersama tokoh masyarakat konsisten memberi dukungan penuh kepada pengurus koperasi. Dengan adanya kebijakan pemerintah pusat yang memperbolehkan penggunaan dana desa untuk administrasi koperasi, ia memanfaatkannya untuk mempercepat penguatan KDMP.
“Kami percaya koperasi adalah institusi ekonomi paling penting di desa. Jika koperasi berjalan baik, maka banyak urusan ekonomi masyarakat bisa terselesaikan, dan beban kepala desa juga akan berkurang,” ujar Baso.
Gerai sembako KDMP Bonelemo sendiri dibangun dengan sistem kemitraan bersama warung-warung desa. Harga barang ditetapkan secara kolektif, dan warung dilarang menjual di atas harga yang disepakati. Jika ada pelanggaran, hubungan kemitraan akan diputus.
“Langkah ini untuk memastikan harga tetap terkendali dan tidak ada pihak yang semena-mena menaikkan harga,” jelasnya.
Saat ini, KDMP Bonelemo memiliki sekitar 50 anggota, dengan target keanggotaan mencapai 400 orang atau seluruh warga desa. Baso berharap, ke depan koperasi ini tidak hanya mengelola sembako, tetapi juga distribusi kebutuhan lain seperti gas LPG.
“Kami ingin koperasi ini menjadi rumah baru bagi seluruh warga Bonelemo, tempat tumbuh bersama dalam ekonomi yang lebih adil dan sejahtera,” tutup Baso.














Komentar