JAKARTA — Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Komitmen kuat dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi kelompok rentan, khususnya kesehatan jiwa, mengantarkan Dinkes Luwu meraih Penghargaan Nasional Bidang Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan kategori Pelayanan Kesehatan Jiwa Terbaik.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, dr. Rosnawary, M.Tr.Adm.Kes, pada ajang Health Innovation Festival (HAI Fest) yang digelar Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan RI di Balai Kartini, Jakarta, Senin (8/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Tahun 2025.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Kabupaten Luwu dalam memastikan layanan kesehatan jiwa yang inklusif, berkelanjutan, dan mudah diakses oleh masyarakat, terutama bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan kelompok rentan lainnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, dr. Rosnawary, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran puskesmas dan pengelola program kesehatan jiwa yang selama ini bekerja secara konsisten di lapangan.
“Penghargaan ini adalah hasil kerja kolektif. Kami mengapresiasi dedikasi para tenaga kesehatan jiwa di puskesmas yang terus meningkatkan kualitas layanan, mulai dari pendataan hingga pendampingan pasien,” ujarnya.
Ia menjelaskan, capaian tersebut ditopang oleh sejumlah indikator penting, di antaranya pelaporan capaian skrining kesehatan jiwa melalui aplikasi Simkeswa, penginputan pelayanan ODGJ secara rutin, serta ketersediaan obat kesehatan jiwa di puskesmas.
Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu juga menghadirkan inovasi “GPS” (Gerakan Pelayanan Spesialis ke Puskesmas) yang mendekatkan layanan spesialis kepada masyarakat hingga tingkat layanan dasar. Dukungan fasilitas yang memadai di RSUD Batara Guru Belopa serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan jiwa yang terlatih turut memperkuat sistem pelayanan yang ada.
Menurut dr. Rosnawary, penghargaan nasional ini bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus memperbaiki dan memperluas jangkauan pelayanan kesehatan jiwa di Kabupaten Luwu.
“Harapan kami, pelayanan kesehatan jiwa yang humanis dan berkesinambungan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya mereka yang selama ini rentan dan membutuhkan perhatian lebih,” pungkasnya.
Dengan pencapaian ini, Kabupaten Luwu menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang berkomitmen kuat dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang adil, inklusif, dan berorientasi pada kemanusiaan.














Komentar