JAKARTA, A24MEDIA – Upaya pembentukan Provinsi Luwu Raya kembali menguat di tingkat pusat. Empat pimpinan DPRD dari wilayah Tana Luwu dijadwalkan memaparkan langsung aspirasi pemekaran daerah dalam forum resmi bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (11/02/2026).
Agenda yang berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB itu menjadi momentum penting dalam rangkaian panjang perjuangan Daerah Otonom Baru (DOB) Luwu Raya. Delegasi legislatif dari empat kabupaten/kota datang membawa dokumen dan argumentasi strategis guna meyakinkan pemerintah pusat bahwa Luwu Raya telah memenuhi syarat menjadi provinsi tersendiri.
Ketua DPRD Luwu Utara, Husain, dipercaya menyampaikan pokok-pokok pemaparan di hadapan anggota Komisi II. Ia menegaskan terdapat dua substansi utama yang akan ditekankan dalam ekspose tersebut.
Pertama, pihaknya akan menyerahkan surat resmi dari Datu Luwu yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia. Dokumen itu menjadi simbol dukungan kultural dan historis masyarakat Tana Luwu terhadap pembentukan provinsi baru. Surat tersebut akan dititipkan melalui Komisi II untuk diteruskan kepada Presiden.
Kedua, delegasi akan memaparkan hasil kajian akademik yang disusun lembaga riset di bawah Kementerian Dalam Negeri. Berdasarkan hasil kajian tersebut, Luwu Raya dinilai sangat memenuhi kriteria pembentukan provinsi, ditinjau dari aspek kemampuan fiskal, potensi ekonomi, luas wilayah, hingga kesiapan administratif.
“Dengan dua poin yang kami sampaikan hari ini, kami memohon adanya diskresi Presiden agar proses ini bisa mendapat perhatian khusus,” ujar Husain.
Pertemuan ini diharapkan menjadi pintu masuk untuk membuka kembali ruang kebijakan di tengah masih berlakunya moratorium pemekaran daerah. Dukungan akademik dari Kemendagri serta legitimasi adat dari Kedatuan Luwu diyakini memperkuat posisi tawar perjuangan DOB Luwu Raya di hadapan pemerintah pusat.
Para pimpinan DPRD optimistis, langkah ini dapat mempercepat realisasi Provinsi Luwu Raya sebagai strategi pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut.














Komentar