LUWU, A24Media – Harga gas elpiji subsidi 3 kilogram di Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, dikeluhkan warga setelah mengalami kenaikan signifikan. Di sejumlah pengecer, harga tabung gas melon bahkan dilaporkan mencapai Rp50 ribu per tabung. Kondisi tersebut membuat masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah, merasa terbebani karena elpiji menjadi kebutuhan utama untuk memasak sehari-hari.
Salah seorang warga Belopa, Jeni, mengaku terkejut dengan lonjakan harga yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, harga yang kini mencapai Rp50 ribu jauh lebih tinggi dibandingkan harga yang biasa dibayarkan.
“Sekarang beli satu tabung sudah Rp50 ribu. Tentu sangat memberatkan bagi kami yang mengandalkan gas subsidi untuk kebutuhan rumah tangga,” ujarnya, Sabtu (06/06/2026).
Ia menilai kenaikan tersebut berdampak langsung pada pengeluaran keluarga. Jika kondisi itu terus berlangsung, warga terpaksa mengurangi alokasi belanja untuk kebutuhan lainnya.
Jeni berharap pemerintah bersama instansi terkait segera melakukan pengawasan terhadap distribusi elpiji subsidi agar harga di pasaran kembali stabil dan sesuai ketentuan. Menurutnya, perlu ada penelusuran terhadap rantai distribusi untuk mengetahui penyebab tingginya harga di tingkat pengecer.
“Kalau pasokan tersedia dan distribusi berjalan normal, seharusnya harga tidak setinggi ini. Kami berharap ada langkah nyata agar masyarakat bisa memperoleh gas subsidi dengan harga yang wajar,” katanya.
Warga juga meminta pemerintah memastikan penyaluran elpiji 3 kilogram tepat sasaran sehingga tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga yang merugikan masyarakat. (*)














Komentar