LUWU, A24Media — Musim kemarau panjang mulai berdampak terhadap sektor pertanian di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Sejumlah lahan persawahan mengalami kekurangan pasokan air sehingga tanaman padi terancam gagal panen.
Kondisi tersebut terlihat dari mulai mengeringnya sejumlah area persawahan. Berkurangnya debit air irigasi membuat petani harus berupaya mempertahankan tanaman mereka di tengah cuaca panas yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Bagi petani Luwu, ancaman kekeringan bukan sekadar persoalan cuaca. Jika tidak segera ditangani, gagal panen dapat berdampak langsung terhadap pendapatan petani sekaligus ketahanan pangan daerah.
Pemerintah Kabupaten Luwu langsung mengambil langkah untuk mengantisipasi dampak kekeringan. Bupati Luwu, Patahudding, memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Kekeringan dan Cuaca Ekstrem di Ruang Lounge Kantor Bupati Luwu, Rabu (12/8/2026).
Dalam rapat tersebut, Patahudding meminta Dinas Pertanian segera turun ke lapangan untuk memetakan wilayah persawahan yang terdampak kekeringan.
“Meminta Dinas Pertanian melakukan pendataan, laporkan di mana saja lokasi sawah yang mengalami kekeringan,” tegas Patahudding.
Menurutnya, pendataan menjadi langkah awal untuk memastikan penanganan pemerintah dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
Data mengenai luas lahan serta tingkat kekeringan di setiap wilayah nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menentukan bentuk intervensi yang dibutuhkan petani.
Sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Luwu. Karena itu, ancaman gagal panen akibat kekeringan dikhawatirkan menimbulkan kerugian bagi petani yang telah mengeluarkan biaya dan tenaga selama masa tanam.
Petani kini berharap langkah pemerintah tidak berhenti pada pendataan. Penanganan di lapangan, seperti bantuan pompa air, penguatan pasokan air untuk lahan pertanian, hingga bantuan bagi petani yang mengalami dampak serius, dinilai penting untuk dilakukan.
Di tengah ancaman musim kering, kecepatan pemerintah dalam memetakan wilayah terdampak menjadi salah satu faktor penting untuk menyelamatkan tanaman padi dan menjaga produksi pangan di Kabupaten Luwu.
Editor : Redaksi














Komentar