MAKASSAR, A24Media — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mulai menyusun kekuatan politik melalui komposisi kepengurusan Golkar Sulsel periode 2025–2030. Salah satu yang menarik perhatian adalah masuknya tiga figur asal Luwu Raya yang sebelumnya berada dalam pusaran persaingan Pilwalkot Palopo 2024. Mereka kini berada dalam satu struktur kepengurusan Golkar Sulsel di bawah kepemimpinan IAS.
Ketiga figur tersebut yakni Rahmat Masri Bandaso (RMB), Ahmad Syarifuddin atau Ome, serta Farid Kasim Judas (FKJ). Ketiganya mendapat kepercayaan menduduki posisi wakil ketua dengan bidang berbeda dalam jajaran DPD I Golkar Sulsel.
Rahmat Masri Bandaso dipercaya mengemban jabatan Wakil Ketua Bidang Infrastruktur dan Transportasi. Sementara Ahmad Syarifuddin menempati posisi Wakil Ketua Bidang Pariwisata.
Adapun Farid Kasim Judas dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan. FKJ juga tercatat mendapat amanah sebagai Wakil Sekretaris Bidang PP Wilayah XI Luwu Raya. Bergabungnya tiga tokoh yang pernah berada dalam kubu berbeda pada Pilwalkot Palopo 2024 tersebut memperlihatkan pola konsolidasi politik yang dibangun IAS dalam kepengurusan Golkar Sulsel.
Komposisi itu sekaligus membuka ruang konsolidasi bagi sejumlah kekuatan politik di Luwu Raya untuk berada dalam satu struktur partai menjelang agenda politik ke depan.
Tak hanya mengakomodasi sejumlah figur berpengalaman, kepengurusan Golkar Sulsel periode 2025–2030 juga diarahkan untuk memperkuat regenerasi kader. IAS memadukan kader senior dengan generasi muda dalam struktur kepengurusan. Mayoritas pengurus disebut berasal dari kelompok usia di bawah 50 tahun.
Keterwakilan perempuan juga mendapat porsi sekitar 30 persen atau kurang lebih 80 orang dari keseluruhan komposisi pengurus yang diajukan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Dalam struktur inti kepengurusan, IAS didampingi Supriansa sebagai Ketua Harian, Rahman Pina sebagai Sekretaris, serta H. Amirullah Nur Saenong sebagai Bendahara.
Formasi tersebut menjadi bagian dari konsolidasi Golkar Sulsel untuk memperkuat mesin partai hingga tingkat daerah. Kepengurusan baru juga diproyeksikan menjadi modal politik Golkar dalam menghadapi berbagai agenda elektoral, termasuk Pemilu 2029.
Penyatuan sejumlah figur yang sebelumnya berkompetisi dalam Pilwalkot Palopo 2024 sekaligus menjadi salah satu gambaran strategi IAS dalam merangkul berbagai kekuatan politik dan kader potensial di Sulawesi Selatan.














Komentar