MAKASSAR, A24Media – Bupati Luwu H. Patahudding resmi menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Luwu. Patahudding dilantik bersama pengurus DPC HKTI se-Sulawesi Selatan di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Minggu (4/10/2026).
Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan Musyawarah Daerah (Musda) DPD HKTI Provinsi Sulawesi Selatan. Sejumlah pejabat hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, Plh Sekprov Sulsel Andi Winarno Eka Putra, dan Sekjen DPN HKTI H. Abdul Kadir Karding.
Para bupati dan wali kota se-Sulsel juga turut hadir. Dari Pemkab Luwu, tampak Kepala Bappelitbangda Muh. Arsal Arsyad dan Kepala Dinas Kominfo-SP Luwu Imran. Patahudding langsung menyoroti persoalan utama yang menjadi tantangan HKTI setelah dirinya dipercaya memimpin organisasi petani di Kabupaten Luwu. Menurutnya, HKTI tidak boleh sekadar menjadi organisasi, tetapi harus hadir langsung memperjuangkan kepentingan petani.
“HKTI memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan sektor pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Selatan,” ujar Patahudding.
Ia mendorong penguatan kolaborasi antara HKTI dan pemerintah daerah. Terutama dalam meningkatkan produktivitas pertanian, menghadirkan inovasi, serta melindungi kepentingan petani. Bagi Patahudding, Kabupaten Luwu memiliki modal besar untuk mengembangkan sektor pertanian. Karena itu, potensi tersebut harus diikuti dengan program yang benar-benar memberikan dampak bagi petani.
“Kami terbuka untuk terus bekerja sama dengan HKTI dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi petani dan mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Plh Sekprov Sulsel Andi Winarno Eka Putra saat membacakan sambutan Gubernur Sulsel menegaskan pentingnya peran HKTI sebagai mitra pemerintah. HKTI diharapkan tidak hanya menghimpun petani, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara petani dan pemerintah.
“Petani saat ini menghadapi berbagai tantangan. Karena itu diperlukan kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi dan berbagai pihak untuk menghadirkan solusi serta memperkuat pembangunan pertanian,” ujarnya.
Sekjen DPN HKTI H. Abdul Kadir Karding juga memberikan perhatian khusus terhadap keterlibatan kepala daerah dalam kepengurusan HKTI.
Menurutnya, posisi kepala daerah di dalam organisasi dapat memperkuat perjuangan aspirasi petani sekaligus mempercepat penerapan program pertanian di daerah. Karding menekankan sejumlah agenda yang perlu diperkuat HKTI, mulai dari kelembagaan, pendataan anggota, modernisasi pertanian hingga peningkatan kapasitas petani.
Pengembangan koperasi dan kelompok tani juga dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menciptakan nilai tambah bagi petani. Pelantikan pengurus DPC HKTI se-Sulsel ini menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran HKTI dalam pembangunan pertanian.
Di Kabupaten Luwu, kepemimpinan H. Patahudding diharapkan mampu membawa HKTI lebih dekat dengan petani dan mendorong lahirnya program pertanian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi














Komentar