LUWU, A24MEDIA — Bupati Luwu, Patahudding, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Keluarga Massenrempulu (HIKMA) Kabupaten Luwu yang digelar sebagai ajang konsolidasi organisasi sekaligus penguatan peran sosial kemasyarakatan. Musda ini diharapkan melahirkan kepemimpinan dan program kerja yang mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Patahudding mengapresiasi pelaksanaan Musda HIKMA yang dinilai tidak hanya menjadi agenda internal organisasi, tetapi juga berfungsi sebagai wadah silaturahmi serta penguatan peran HIKMA dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan berdaerah.
Ia menilai HIKMA memiliki posisi strategis dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya, adat istiadat, serta semangat kekeluargaan yang menjadi kekayaan sosial masyarakat Luwu.
Patahudding menekankan bahwa nilai-nilai luhur seperti sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge merupakan modal sosial penting dalam mendukung pembangunan Kabupaten Luwu. Karena itu, ia berharap Musda ini mampu menghasilkan gagasan konstruktif, program kerja yang realistis, serta kepemimpinan yang amanah dan solid.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Luwu membuka ruang sinergi dan kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk HIKMA, dalam mendukung program pembangunan, menjaga kerukunan sosial, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Bupati juga mengajak seluruh peserta Musda untuk bermusyawarah dengan menjunjung tinggi semangat kekeluargaan dan mengutamakan kepentingan bersama.
Musyawarah Daerah Himpunan Keluarga Massenrempulu (HIKMA) Kabupaten Luwu berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Luwu, Minggu (25/1/2026). Kegiatan ini dihadiri Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Rusli Sunali, Anggota DPRD Kabupaten Luwu Akbar Sunali, Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah HIKMA Sulawesi Selatan Jamaluddin Jahid Haneng, serta Ketua dan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah HIKMA Kabupaten Luwu.














Komentar