LUWU, A24MEDIA — Gelombang desakan pembentukan Provinsi Luwu Raya kembali menguat. Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Suli–Suli Barat memblokade Jalan Trans Sulawesi di kawasan Lapangan Suli, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Senin (03/02/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas belum adanya keputusan politik dari pemerintah pusat terkait pemekaran wilayah Luwu Raya. Massa menilai aspirasi yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun tidak kunjung mendapat respons serius.
Pemblokiran jalan nasional itu berdampak langsung pada lumpuhnya arus lalu lintas dan distribusi logistik dari arah Makassar menuju Palopo dan sebaliknya. Sejumlah truk pengangkut bahan pokok serta kendaraan umum terhenti selama beberapa jam.
Koordinator Lapangan aksi, Arman Salata, menegaskan bahwa masyarakat Luwu Raya menaruh harapan besar pada Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengambil langkah tegas melalui kewenangan diskresi.
“Pemekaran Provinsi Luwu Raya membutuhkan keputusan langsung dari Presiden. Jika tidak ada intervensi pusat, aspirasi ini akan terus terabaikan,” ujar Arman dalam orasinya.
Ia menyebut ketimpangan pembangunan dan distribusi anggaran sebagai persoalan utama yang mendorong tuntutan pemekaran. Menurutnya, kontribusi ekonomi Luwu Raya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulawesi Selatan tidak sebanding dengan alokasi pembangunan yang diterima wilayah tersebut.
“Daerah kami menyumbang PAD besar, tetapi pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik masih tertinggal. Ini ketimpangan yang nyata,” katanya.
Sejumlah orator dari Kecamatan Suli dan Suli Barat secara bergantian menyuarakan kritik serupa. Mereka menilai Luwu Raya selama ini lebih banyak menjadi penopang ekonomi provinsi tanpa diimbangi perhatian kebijakan yang memadai. Aksi yang berlangsung sekitar empat jam itu berjalan tertib tanpa insiden kekerasan. Aparat kepolisian dari Polres Luwu melakukan pengamanan ketat di lokasi untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Wakapolres Luwu Kompol Misbahuddin terlihat memimpin langsung pengamanan serta melakukan koordinasi dengan perwakilan massa aksi.
Menjelang sore, massa membubarkan diri secara tertib. Namun mereka menegaskan akan terus menggelar aksi lanjutan hingga pemerintah pusat memberikan kepastian terkait pembentukan Provinsi Luwu Raya.














Komentar