MAKASSAR, A24Media — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Kesehatan terus memacu proses pembangunan dua Rumah Sakit (RS) Regional yang dirancang berdiri di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, serta Kecamatan Tinggimoncong, kawasan Malino, Kabupaten Gowa. Program ini dikemas dalam skema Multi Years Project (MYP) 2025–2027.
Data pada Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) menunjukkan tahapan lelang kini memasuki fase penentuan pemenang. Untuk proyek RS Regional di Bua, tercatat 74 perusahaan bersaing, sementara proyek di Gowa diikuti 87 peserta.
Pembangunan dua fasilitas kesehatan tersebut merupakan bagian dari agenda prioritas Gubernur Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi. Pemerintah menargetkan pekerjaan fisik sudah dapat dimulai pada tahun berjalan.
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Evi Mustikawati Arifin, menyampaikan bahwa seluruh tahapan persiapan telah disusun secara menyeluruh.
“Kami telah merampungkan proses perencanaan, mulai dari penyusunan Feasibility Study, dokumen Amdal, hingga penyiapan manajemen konstruksi,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Dalam dokumen pekerjaan, kontraktor nantinya tidak hanya bertanggung jawab pada pembangunan fisik, tetapi juga penyusunan master plan, Detailed Engineering Design (DED), Rencana Anggaran Biaya (RAB), perhitungan teknis, hingga penyusunan rencana kerja dan syarat-syarat (RKS).
Metode Design and Build diterapkan pada proyek ini, sebagaimana juga digunakan dalam sejumlah proyek MYP lain di Sulsel, seperti preservasi jalan dan rehabilitasi jaringan irigasi. Dengan skema tersebut, perencanaan dan pembangunan fisik berjalan dalam satu paket kontrak.
Total kebutuhan anggaran untuk masing-masing RS Regional diperkirakan mencapai Rp250 miliar, mencakup tahap perencanaan, konstruksi, hingga pengadaan alat kesehatan sesuai standar nasional. Dari jumlah itu, sekitar Rp175 miliar dialokasikan khusus untuk pekerjaan fisik.
Menurut Evi, keberadaan RS Regional di Bua diharapkan menjadi pusat rujukan bagi wilayah Luwu Raya dan sekitarnya, sehingga ketergantungan pasien terhadap fasilitas kesehatan di Makassar dapat ditekan.
RS tersebut dirancang menghadirkan layanan spesialistik dan subspesialistik, meliputi Penyakit Dalam, Kebidanan dan Kandungan, Anak, Kanker, Jantung dan Pembuluh Darah, Hipertensi, Uronefrologi, THT, serta Mata. Selain itu, fasilitas penunjang seperti IGD, ruang bedah sentral, layanan jantung terpadu, NICU, rehabilitasi medik, radiologi (X-Ray dan CT Scan), laboratorium terpadu, hingga layanan farmasi dan gizi juga disiapkan.
Fasilitas perawatan intensif seperti ICU, HCU, ICCU, PICU, One Day Care, Medical Check Up, kosmetik medik, hingga layanan telemedicine turut masuk dalam perencanaan.
Pemerintah menargetkan pembangunan dapat diselesaikan sesuai masa kontrak, sehingga rumah sakit tersebut segera beroperasi dan memperkuat pemerataan layanan kesehatan rujukan di kawasan Luwu Raya.














Komentar