LUWU, A24Media – Penanganan kecelakaan maut yang melibatkan truk tangki milik PT Nirmala Fortuna Abadi dan bus penumpang Remaja Jaya di wilayah Topoka, Belopa, Kabupaten Luwu, memasuki fase penyelidikan lanjutan dengan munculnya temuan baru di lokasi kejadian.
Selain menelan korban jiwa—seorang kernet truk tangki—insiden yang terjadi di jalur trans Sulawesi itu kini juga dikaitkan dengan dugaan penyalahgunaan narkotika. Hal ini menyusul ditemukannya sejumlah benda mencurigakan di dalam kabin kendaraan truk.
Petugas kepolisian yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) mengamankan barang berupa pipet serta tutup botol air mineral yang telah dimodifikasi dengan dua lubang. Benda tersebut diduga digunakan sebagai alat isap sabu atau bong.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Luwu, Ipda Indar, membenarkan adanya temuan tersebut. Ia menyebut barang bukti telah diamankan untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
“Dari lokasi kecelakaan, kami menemukan barang yang diduga sebagai alat isap sabu dan saat ini sudah diamankan,” ujarnya kepada wartawan.
Di sisi lain, proses penanganan temuan ini belum sepenuhnya terkoordinasi antarunit. Kasat Lantas Polres Luwu, AKP Alwi, mengaku belum menerima laporan lengkap terkait dugaan tersebut.
“Informasi soal dugaan alat isap sabu itu kami belum terima secara detail,” katanya singkat.
Hal serupa disampaikan Kasat Narkoba Polres Luwu, Iptu Awaluddin. Ia menyebut pihaknya masih menunggu koordinasi resmi dari unit lalu lintas.
“Kami sementara berkoordinasi dengan Satlantas terkait temuan itu,” ujarnya.
Minimnya sinkronisasi antarunit ini menjadi catatan dalam proses pengusutan, mengingat dugaan keterkaitan narkotika dapat menjadi faktor penting dalam mengungkap penyebab kecelakaan.
Sementara itu, hasil penelusuran di lapangan juga mengungkap dampak lain dari kecelakaan tersebut. Bus Remaja Jaya yang melaju dari arah Makassar dilaporkan sempat kehilangan kendali usai benturan keras, hingga keluar jalur dan menghantam fasilitas Masjid Al Ikhwan. Bagian yang terdampak meliputi area kamar mandi dan tempat wudhu.
Kondisi pengemudi dari kedua kendaraan hingga kini masih dalam perawatan medis akibat luka yang diderita, sehingga penyidik belum dapat menggali keterangan secara mendalam.
Peristiwa kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 03.10 Wita, Selasa (21/04/2026), di ruas Jalan Poros Makassar–Palopo tersebut mengakibatkan satu korban meninggal dunia serta beberapa lainnya mengalami luka-luka.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif guna memastikan penyebab utama kecelakaan, termasuk mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian maupun pengaruh zat terlarang dalam insiden tersebut.














Komentar