LUWU, A24Media – Bupati Luwu, H. Patahudding, S.Ag., secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) II Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Luwu Tahun 2026 yang digelar di Aula Rumah Jabatan Bupati Luwu, Sabtu (25/04/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu, Ketua DPRD Luwu Ahmad Gazali, Ketua APDESI Luwu Ismail, serta perwakilan pengurus PPDI Provinsi Sulawesi Selatan, Naim Suro dan Nasrullah, bersama sejumlah perangkat desa dari berbagai wilayah.
Dalam sambutannya, Bupati Patahudding menegaskan bahwa perangkat desa memiliki peran yang tidak tergantikan dalam mendukung jalannya pemerintahan hingga ke tingkat paling bawah.
“Perangkat desa adalah garda terdepan pemerintah. Mereka yang berhadapan langsung dengan masyarakat, sehingga kualitas pelayanan dan pembangunan sangat ditentukan oleh kinerja perangkat desa itu sendiri,” ujar Patahudding.
Ia juga menyoroti pentingnya peran sekretaris desa dalam menjaga tata kelola administrasi yang baik. Menurutnya, profesionalitas aparatur desa akan berdampak langsung terhadap citra pemerintahan desa.
“Sekretaris desa itu ibarat penjaga sistem administrasi. Kalau administrasi tertib, maka wajah pemerintahan desa juga akan terlihat baik di mata masyarakat,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Luwu juga memaparkan sejumlah program prioritas pemerintah daerah yang diharapkan dapat segera tersosialisasi secara menyeluruh hingga ke desa. Salah satu program unggulan yang disampaikan adalah capaian Universal Health Coverage (UHC), yang memungkinkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan hanya dengan menunjukkan KTP dan Kartu Keluarga.
“Kita sudah mencapai UHC. Artinya, masyarakat tidak perlu lagi khawatir soal biaya berobat. Cukup bawa KTP dan KK, pelayanan kesehatan bisa diakses,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga menyediakan berbagai program pemberdayaan desa, seperti bantuan hibah budidaya ikan sebesar Rp700 juta untuk 100 desa, serta distribusi 8 juta bibit kakao gratis bagi petani. Namun, Bupati mengakui tingkat partisipasi desa masih perlu ditingkatkan.
“Kami sudah siapkan anggaran dan programnya, tetapi yang mengajukan masih terbatas. Ini yang perlu didorong bersama oleh perangkat desa,” katanya.
Di sektor keagamaan, Pemkab Luwu juga menyiapkan program umroh bagi 50 imam masjid yang aktif menggerakkan jamaah, sebagai bentuk apresiasi terhadap peran tokoh agama di masyarakat.
Sementara itu, dalam agenda Musda II PPDI Luwu, Rustan Siteng kembali dipercaya memimpin organisasi tersebut untuk periode 2026–2031 setelah terpilih secara aklamasi. Dengan kepengurusan yang baru, PPDI diharapkan mampu memperkuat peran perangkat desa sebagai penghubung utama antara pemerintah daerah dan masyarakat.
“Harapan kami, PPDI bisa menjadi jembatan informasi agar seluruh program pemerintah benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa,” tutup Bupati.















Komentar