Mallekke Wai, Saat Air Suci dan Warisan Leluhur Menyatu dalam Perayaan Hari Jadi Luwu ke-67

- Jurnalis

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LUWU, A24Media – Peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Luwu tahun ini menghadirkan nuansa yang sarat makna. Di tengah semangat pembangunan dan kemajuan daerah, Pemerintah Kabupaten Luwu kembali menghidupkan salah satu tradisi adat paling sakral, Mallekke Wai, sebuah ritual yang menjadi simbol penghormatan terhadap warisan budaya dan nilai-nilai luhur leluhur Tana Luwu.

Prosesi adat yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Pariwisata ini berlangsung khidmat di Baruga Arung Senga, Kecamatan Belopa, Kamis (2/7/2026). Ratusan masyarakat turut menyaksikan jalannya ritual yang telah diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari identitas budaya Luwu.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu, Ketua DPRD Kabupaten Luwu Ahmad Gazali, Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Muh. Rudi, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat yang antusias mengikuti setiap rangkaian prosesi.

Ritual dimulai sejak pukul 09.00 WITA dengan pengambilan air dari Bubung Parani atau Sumur Arung Senga, yang dipercaya sebagai tempat pemandian Opu Senga pada masa lampau. Hingga kini, sumur tersebut tetap dijaga kesakralannya dan menjadi bagian penting dalam berbagai prosesi adat masyarakat Luwu.

Baca Juga :  Peringati Hari Jadi ke-67 Kabupaten Luwu, Pemkab Gelar Ziarah ke Makam Pahlawan dan Tokoh Daerah

Air yang diambil dari sumur bersejarah itu bukan sekadar air biasa. Dalam filosofi budaya Luwu, air melambangkan sumber kehidupan, kesucian, keberkahan, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Pelaksanaan ritual pada pagi hari juga memiliki makna tersendiri. Terbitnya matahari menjadi simbol lahirnya harapan baru, kemajuan, serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Luwu.

Setelah prosesi pengambilan air selesai, air suci kemudian diarak menggunakan Sinrangeng Lakko, sebuah usungan adat yang dipangku oleh seorang gadis remaja yang belum aqil balig sebagai lambang kesucian dan kemurnian. Arak-arakan berlangsung penuh khidmat dengan diiringi Palluru Gau, yaitu berbagai atribut serta perangkat upacara adat yang dipimpin oleh para pemangku adat.

Setibanya di Baruga Arung Senga, air suci ditempatkan di atas Lamming Pulaweng atau Singgasana Kehormatan sebagai puncak dari seluruh rangkaian ritual.

Prosesi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Luwu ke-67 yang tidak hanya menampilkan kekayaan budaya daerah, tetapi juga memperkuat jati diri masyarakat di tengah derasnya arus modernisasi.

Baca Juga :  Breaking News ! Polres Morowali Buru Pelaku Perampokan BRILink di Bahomotefe

Melalui pelaksanaan Mallekke Wai, Pemerintah Kabupaten Luwu ingin menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur melalui kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas budaya sebagai fondasi kehidupan masyarakat.

Tradisi ini sekaligus menjadi media edukasi bagi generasi muda agar mengenal sejarah, menghargai nilai-nilai adat, serta melanjutkan warisan budaya yang telah dijaga oleh para leluhur selama berabad-abad.

Peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Luwu pun menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam merawat budaya, menjaga kearifan lokal, dan membangun daerah yang maju tanpa kehilangan akar sejarahnya.

Dengan tetap lestarinya tradisi seperti Mallekke Wai, Kabupaten Luwu menunjukkan bahwa kemajuan dan modernitas dapat berjalan selaras dengan pelestarian budaya. Sebab, warisan leluhur bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan sumber inspirasi untuk membangun masa depan yang lebih berkarakter, bermartabat, dan berkelanjutan.

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Kominfo SP Luwu

Follow WhatsApp Channel a24media.web.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Luwu Kukuhkan 127 Pejabat Hasil Merger OPD, Tegaskan Penataan Organisasi dan Peningkatan Kinerja ASN
Dinkes Luwu Terbitkan Surat Edaran Waspada Karhutla dan Kekeringan, Puskesmas Diminta Siaga
Bupati Luwu Temui Warga Bua, Paparkan Program Prioritas dan Peluang Bantuan Pembangunan
Kabar Duka, Basri “Gonrong” Mantan Kepala Biro Harian Fajar Palopo Meninggal Dunia
PS Luwu U-15 Tembus 8 Besar Nasional Piala Soeratin 2026, Siap Berlaga di IKN
Meriahkan Harkopnas ke-79, Gubernur Sulsel, Menteri Koperasi dan Kepala Daerah Turun ke Lapangan di Sorowako
Bentrokan di Palopo Berlangsung 11 Menit, Satu Pemuda Tewas
Dekopinda Luwu Jajaki Inovasi Koperasi dan UMKM di Harkopnas ke-79 Sorowako, POS SIMOMA Jadi Inspirasi
Berita ini 51 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:56 WITA

Bupati Luwu Kukuhkan 127 Pejabat Hasil Merger OPD, Tegaskan Penataan Organisasi dan Peningkatan Kinerja ASN

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:47 WITA

Dinkes Luwu Terbitkan Surat Edaran Waspada Karhutla dan Kekeringan, Puskesmas Diminta Siaga

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:20 WITA

Bupati Luwu Temui Warga Bua, Paparkan Program Prioritas dan Peluang Bantuan Pembangunan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:16 WITA

Kabar Duka, Basri “Gonrong” Mantan Kepala Biro Harian Fajar Palopo Meninggal Dunia

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:08 WITA

PS Luwu U-15 Tembus 8 Besar Nasional Piala Soeratin 2026, Siap Berlaga di IKN

Berita Terbaru