Usai Gempa Magnitudo 7,1, KBRI Tokyo Pastikan Seluruh WNI di Jepang Aman

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gempa berkekuatan M 7,1 mengguncang wilayah Kyushu, Jepang (Foto: via REUTERS/KYODO)

Baca artikel detiknews,

Gempa berkekuatan M 7,1 mengguncang wilayah Kyushu, Jepang (Foto: via REUTERS/KYODO) Baca artikel detiknews, "KBRI Tokyo Pastikan Seluruh WNI di Jepang Aman Usai Gempa M 7,1" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8594807/kbri-tokyo-pastikan-seluruh-wni-di-jepang-aman-usai-gempa-m-7-1. Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

AKARTA, A24Media – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah Jepang aman setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang, pada Selasa (28/7/2026). Informasi tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu (29/7/2026).

Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa pihaknya bersama KBRI Tokyo terus memantau perkembangan situasi pascagempa yang terjadi di wilayah Kumamoto dan sekitarnya. Gempa tersebut sempat diikuti beberapa gempa susulan serta peringatan tsunami yang kini telah dicabut oleh otoritas Jepang. Meski menyebabkan kerusakan infrastruktur dan gangguan di sejumlah wilayah, hingga saat ini belum terdapat laporan WNI yang terdampak langsung.

Dalam keterangannya, KBRI Tokyo telah menghubungi simpul-simpul komunitas WNI yang berada di wilayah Kumamoto dan Pulau Kyushu untuk memastikan kondisi mereka. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, seluruh WNI yang berhasil dihubungi dilaporkan berada dalam kondisi aman.

Baca Juga :  Longsor Tutup Sebagian Jalan Poros Palopo–Bastem, Petugas Lakukan Pembersihan

Pemerintah Indonesia juga mengimbau seluruh WNI yang berada di wilayah akreditasi KBRI Tokyo agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan terus mengikuti informasi resmi dari Japan Meteorological Agency (JMA) maupun otoritas setempat terkait perkembangan aktivitas gempa dan potensi dampak lanjutan.

Sementara itu, otoritas Jepang melaporkan bahwa gempa berkekuatan M 7,1 tersebut mengakibatkan sejumlah kerusakan pada fasilitas umum, rumah warga, serta infrastruktur jalan di berbagai wilayah Kumamoto. Ribuan rumah dilaporkan sempat mengalami pemadaman listrik akibat dampak gempa.

Berdasarkan laporan terbaru yang dikutip dari media Jepang, jumlah korban jiwa akibat gempa tersebut dilaporkan bertambah menjadi lima orang. Dua korban ditemukan di dalam pusat perbelanjaan yang mengalami kerusakan parah, sementara tiga korban lainnya berada di lokasi berbeda di wilayah Kumamoto. Selain korban meninggal dunia, beberapa orang juga dilaporkan mengalami luka-luka akibat runtuhan bangunan dan insiden yang terjadi pascagempa.

Baca Juga :  Reski Halim Jalani Pemeriksaan 6 Jam di Polres Palopo Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik Wartawan

Tim penyelamat Jepang terus melakukan evakuasi dan pencarian korban di sejumlah lokasi terdampak, termasuk di pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto yang mengalami kerusakan serius setelah gempa dan ledakan yang terjadi pascakejadian.

Kementerian Luar Negeri RI menegaskan akan terus berkoordinasi dengan KBRI Tokyo dan otoritas Jepang untuk memantau perkembangan situasi serta memastikan keselamatan WNI di Jepang. Pemerintah Indonesia juga mengingatkan WNI untuk segera menghubungi KBRI Tokyo apabila mengalami keadaan darurat atau membutuhkan bantuan konsuler.

Dengan situasi yang masih terus berkembang, KBRI Tokyo tetap melakukan pemantauan intensif dan memastikan komunikasi dengan komunitas WNI di wilayah terdampak tetap berjalan guna mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan dari aktivitas seismik di Pulau Kyushu.

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Tokyo

Follow WhatsApp Channel a24media.web.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karhutla Kembali Terjadi di Palopo, Api Muncul di Tiga Titik Battang Barat
Kebun Cengkeh Warga di Sampano Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp250 Juta
Kebakaran Lahan Melanda Desa Pammesakang Luwu, Penyebab Api Masih Misterius
Kemarau Melanda Luwu, Karhutla Terjadi di Bua dan Belopa, 3.026 Hektare Sawah Kekurangan Air
Hujan Semalaman Picu Banjir di Belopa, Rumah Warga hingga Kantor Pemerintah Tergenang
Mentan Amran Salurkan Rp1 Miliar, Andi Amar Tambah Bantuan Rp500 Juta untuk Korban Banjir Bone
Kalaksa BPBD Luwu Bersama Camat Larompong Selatan Pimpin Langsung Evakuasi Warga Terjebak Banjir di Bonepute
Warga Hilang Di Laut Perairan Pelabuhan Ulo-Ulo Di Temukan Selamat Oleh Tim Gabungan Penyelamat
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 23:56 WITA

Karhutla Kembali Terjadi di Palopo, Api Muncul di Tiga Titik Battang Barat

Selasa, 15 September 2026 - 12:35 WITA

Kebun Cengkeh Warga di Sampano Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp250 Juta

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:26 WITA

Kebakaran Lahan Melanda Desa Pammesakang Luwu, Penyebab Api Masih Misterius

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:19 WITA

Kemarau Melanda Luwu, Karhutla Terjadi di Bua dan Belopa, 3.026 Hektare Sawah Kekurangan Air

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:30 WITA

Usai Gempa Magnitudo 7,1, KBRI Tokyo Pastikan Seluruh WNI di Jepang Aman

Berita Terbaru