PALOPO, A24Media – Bentrokan antar kelompok pemuda dari Kelurahan Buntu Datu dan Kelurahan Batu Walenrang (Batwal), Kota Palopo, Sulawesi Selatan, kembali pecah pada Jumat (9/10/2026). Insiden berdarah tersebut mengakibatkan seorang pemuda bernama Muhammad Tri, yang dikenal dengan sapaan Kengke, meninggal dunia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan mulai terjadi sekitar pukul 17.28 Wita dan berangsur kondusif pada pukul 17.39 Wita. Dalam insiden tersebut, kedua kelompok dilaporkan menggunakan sejumlah senjata berbahaya, termasuk senjata api rakitan jenis papporo, busur panah, serta senjata rakitan lainnya.
Aksi saling serang disertai tembakan berlangsung sengit hingga seorang pemuda terjatuh di tengah jalan. Korban diduga terkena tembakan dari senjata api rakitan saat bentrokan berlangsung.
Melihat kondisi korban, sejumlah rekannya yang berada di lokasi langsung menggotong Muhammad Tri dan membawanya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Sawerigading, Kota Palopo, untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, akibat luka serius yang dideritanya, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh dokter yang menangani.
Seorang dokter di IGD menyebutkan bahwa korban diduga mengalami luka pada bagian dada kiri. Sebelum dinyatakan meninggal dunia, korban sempat mendapatkan bantuan oksigen.
“Ada luka di dada kirinya, tadi sempat dibantu oksigen,” kata dokter di IGD saat ditemui.
Keluarga dan Rekan Korban Penuhi IGD RSU Sawerigading
Kabar meninggalnya Muhammad Tri alias Kengke dengan cepat menyebar dan mengundang kedatangan warga ke RSU Sawerigading. Area depan IGD dipadati keluarga, kerabat, serta rekan-rekan korban yang ingin mengetahui kondisi terakhirnya.
Suasana haru menyelimuti rumah sakit ketika keluarga dan rekan korban tak kuasa menahan tangis setelah mengetahui Kengke meninggal dunia.
Hingga pukul 18.45 Wita, jenazah korban dilaporkan masih berada di kamar jenazah RSU Sawerigading.
Polres Palopo Siaga Antisipasi Bentrokan Susulan
Pasca-insiden yang menewaskan seorang pemuda tersebut, jajaran Polres Palopo meningkatkan kesiapsiagaan personel di lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan antara kelompok pemuda dari Buntu Datu dan Batu Walenrang.
Kasi Humas Polres Palopo menegaskan bahwa personel kepolisian disiagakan di lokasi guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Ya, personel Polres Palopo siaga penuh di lokasi kejadian untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan susulan,” tegasnya.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian masyarakat Kota Palopo, khususnya terkait keamanan lingkungan dan potensi konflik antarkelompok pemuda.
Hingga informasi ini disusun, penyebab pasti bentrokan, pihak yang bertanggung jawab atas kematian korban, serta perkembangan penanganan kasus oleh kepolisian masih memerlukan keterangan resmi lebih lanjut.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Palopopos














Komentar