PALOPO, A24Media – Perebutan kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kota Palopo mulai menjadi perhatian menjelang Musyawarah Daerah (Musda) yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.
Sejumlah figur disebut mulai masuk dalam pembicaraan internal partai berlambang pohon beringin tersebut. Dua nama yang kini mencuat adalah Farid Kasim Judas (FKJ) dan Akhmad Syarifuddin Daud (Ome).
Keduanya bukan nama baru dalam dinamika politik Kota Palopo. FKJ dan Ome pernah berada dalam kontestasi yang sama pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo 2024.
Dalam hasil Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilwalkot Palopo pada 24 Mei 2025, pasangan Farid Kasim Judas–Nurhaeni memperoleh 35.058 suara atau 37,42 persen, sedangkan pasangan Naili Trisal–Akhmad Syarifuddin Daud memperoleh 47.349 suara atau 50,53 persen, berdasarkan data yang bersumber dari KPU Kota Palopo.
Kini, dinamika keduanya berlanjut dalam arena yang berbeda, yakni internal Partai Golkar.
Sama-Sama Masuk Struktur Golkar Sulsel
FKJ dan Ome disebut telah menjadi bagian dari kepengurusan DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
Keduanya disebut menempati posisi sebagai wakil ketua dalam struktur kepengurusan tingkat provinsi.
Kehadiran dua figur tersebut dalam struktur Golkar Sulsel membuat nama mereka ikut diperbincangkan dalam konteks regenerasi kepemimpinan Golkar di Kota Palopo.
Namun, siapa yang nantinya akan maju dan memperoleh dukungan dalam Musda DPD II Golkar Palopo masih menjadi bagian dari proses politik internal partai.
Musda Jadi Penentu
Musda DPD II Partai Golkar Kota Palopo yang dijadwalkan pada Oktober 2026 akan menjadi forum untuk menentukan kepengurusan baru, termasuk posisi ketua.
Posisi tersebut saat ini dikaitkan dengan kepemimpinan Rahmat Masri Bandaso, yang sebelumnya tercatat sebagai Ketua DPD II Golkar Palopo.
Bagi Golkar Palopo, proses Musda bukan hanya menentukan figur ketua, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi organisasi dan penyusunan kepengurusan untuk periode berikutnya.
Nama FKJ dan Ome kini berada dalam dinamika tersebut. Keduanya memiliki latar belakang politik dan pengalaman berbeda, sementara keduanya juga sama-sama telah berada dalam struktur Partai Golkar Sulsel.
Siapa yang akhirnya mendapat dukungan dan ditetapkan sebagai Ketua DPD II Golkar Palopo akan bergantung pada mekanisme Musda serta keputusan organisasi sesuai ketentuan Partai Golkar.
Dengan demikian, bursa Ketua Golkar Palopo masih terbuka dan perkembangan menuju Musda Oktober 2026 akan menjadi penentu susunan kepemimpinan partai di tingkat kota. (Az*)
Editor : Redaksi














Komentar