Sidrap, A24 Media – Tim Khusus Gabungan Intelijen Kodam XIV/Hasanuddin berhasil membongkar sindikat penipuan daring bernama Passobis yang beroperasi di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.
Sindikat ini diketahui telah lama meresahkan masyarakat dengan modus mencatut nama pejabat TNI untuk menipu korban, termasuk dari kalangan internal militer.
Dalam operasi yang digelar pada Kamis malam, (24/04/2025), tim berhasil mengamankan sedikitnya 40 orang yang diduga merupakan bagian dari jaringan tersebut. Pengungkapan ini merupakan hasil tindak lanjut dari laporan masyarakat yang mengaku dirugikan oleh praktik penipuan yang mengatasnamakan pejabat tinggi TNI.
Komandan Korem 141/Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan setelah tim siber dan intelijen Kodam XIV/Hasanuddin melacak aktivitas digital para pelaku.
“Setelah melakukan tracking dan analisis data secara menyeluruh, kami berhasil mengidentifikasi lokasi keberadaan para pelaku dan segera melakukan penindakan di lapangan,” kata Brigjen Andre dalam keterangannya.
Ia juga mengungkapkan bahwa modus operandi sindikat Passobis tergolong canggih dan terstruktur. Para pelaku tidak hanya menargetkan masyarakat sipil, tetapi juga berhasil menyusup ke lingkungan internal TNI, termasuk menipu anggota Persit dan personel Kodam.
Atas keberhasilan operasi ini, apresiasi disampaikan oleh tokoh nasional asal Sulawesi Selatan, Hj. Assyifa Ince Marzuki. Tokoh perempuan kelahiran Lembang, Kabupaten Pinrang, ini menyampaikan rasa bangga atas kerja cepat dan tepat TNI dalam mengungkap kasus yang dinilainya telah mencoreng nama baik Sidrap di tingkat nasional.
“Saya sangat mengapresiasi langkah tegas Kodam XIV/Hasanuddin. Ini adalah bentuk perlindungan nyata bagi masyarakat dan institusi militer dari praktik kejahatan yang mencederai kepercayaan publik,” ujar Assyifa.
Saat ini, para pelaku yang ditangkap tengah menjalani proses pemeriksaan intensif guna mengungkap jaringan dan aktor utama di balik sindikat Passobis. Kodam XIV/Hasanuddin menegaskan komitmennya untuk terus menindak tegas segala bentuk kejahatan siber yang merugikan masyarakat dan institusi negara.














Komentar