Jakarta, A24Media – Dunia aktivisme Tanah Air kembali diselimuti duka. Johnson Marhasak Lumbantobing atau yang lebih dikenal sebagai John Tobing, pencipta lagu legendaris “Darah Juang”, dikabarkan wafat pada Rabu (25/02/2026) malam.
John mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 20.45 WIB. Kabar duka tersebut dibenarkan oleh rekannya, Joko Utomo.
“Iya benar. Meninggal di RSA UGM,” ujar Joko saat dikonfirmasi, Rabu malam.
Nama John Tobing melekat kuat dalam sejarah pergerakan mahasiswa, terutama pada era Reformasi 1998. Karya monumentalnya, “Darah Juang”, menjadi lagu perjuangan yang terus menggema dalam berbagai aksi demonstrasi mahasiswa di sejumlah daerah di Indonesia.
Lagu tersebut bukan sekadar nyanyian, tetapi telah menjelma menjadi simbol perlawanan dan solidaritas terhadap ketidakadilan, serta suara bagi rakyat kecil yang tertindas. Hingga kini, “Darah Juang” masih kerap dinyanyikan dalam momentum-momentum aksi sebagai pengingat semangat perjuangan generasi 1998.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait penyebab wafatnya John Tobing maupun informasi mengenai jadwal dan lokasi pemakamannya.














Komentar