Warga Desa Tombang Kompak Tolak Tambang Kuarsit Lewat Tudang Sipulung

- Jurnalis

Minggu, 5 April 2026 - 08:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LUWU, A24Media – Warga Desa Tombang, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, menggelar musyawarah adat tudang sipulung untuk membahas rencana aktivitas tambang kuarsit di wilayah mereka, Sabtu (04/04/2026). Forum tersebut menjadi wadah pengambilan keputusan bersama yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Pertemuan ini dihadiri pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, kalangan perempuan, pemuda, hingga tenaga pendidik. Dari hasil musyawarah, seluruh peserta sepakat menolak rencana kehadiran tambang kuarsit di Desa Tombang.

Penolakan itu didasarkan pada kekhawatiran terhadap dampak lingkungan serta hak masyarakat yang dijamin dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, khususnya terkait pentingnya pelibatan publik dalam proses perizinan dan penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Selain aspek regulasi, warga juga menilai aktivitas tambang berisiko mengganggu sektor pertanian yang selama ini menjadi sumber utama penghidupan masyarakat. Potensi kerusakan lahan produktif dan terganggunya sumber air menjadi kekhawatiran utama yang disampaikan dalam forum tersebut.

Baca Juga :  Disabilitas di Luwu Tanam 100 Pohon, Dorong Aksi Nyata Hadapi Krisis Iklim

Berdasarkan penelusuran data pada laman resmi Kementerian ESDM, wilayah izin tambang kuarsit di Desa Tombang tercatat seluas 196 hektare dan berada di bawah pengelolaan PT Muda Bersatu Djaya. Izin tersebut berstatus Clean and Clear (CNC) dan telah memasuki tahap operasi produksi.

Izin Usaha Pertambangan (IUP) itu diterbitkan oleh Gubernur Sulawesi Selatan dengan nomor SK 17072401012920002, berlaku sejak 30 September 2024 hingga 30 September 2034.

Ketua Aliansi Masyarakat Desa Tombang, Jarji Zaidan, menilai proses perizinan tersebut bermasalah secara administratif karena tidak melibatkan masyarakat sejak awal.

Baca Juga :  Sat Resnarkoba Polres Palopo Tangkap Dua Pemuda Konsumsi Sabu di Rumah Warga

“Tidak pernah ada sosialisasi atau pelibatan warga dalam proses AMDAL, tetapi izin produksi sudah terbit. Ini menunjukkan minimnya transparansi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut tidak hanya berpotensi melanggar prosedur, tetapi juga mengancam keberlanjutan hidup warga yang bergantung pada sektor pertanian.

Sebagai tindak lanjut, Aliansi Masyarakat Desa Tombang menyatakan akan menempuh berbagai langkah, mulai dari jalur administratif hingga upaya hukum dan gerakan sosial untuk memperjuangkan pencabutan izin tambang.

“Kami akan terus mengawal persoalan ini sampai ada kejelasan dan izin tersebut dicabut,” kata Jarji.

Melalui forum tudang sipulung ini, masyarakat Desa Tombang menegaskan komitmen mereka agar setiap pembangunan di wilayahnya berjalan secara transparan, adil, serta memperhatikan kelestarian lingkungan dan masa depan generasi berikutnya.

Follow WhatsApp Channel a24media.web.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Luwu Terbitkan Surat Edaran Waspada Karhutla dan Kekeringan, Puskesmas Diminta Siaga
Bupati Luwu Temui Warga Bua, Paparkan Program Prioritas dan Peluang Bantuan Pembangunan
Kabar Duka, Basri “Gonrong” Mantan Kepala Biro Harian Fajar Palopo Meninggal Dunia
PS Luwu U-15 Tembus 8 Besar Nasional Piala Soeratin 2026, Siap Berlaga di IKN
Meriahkan Harkopnas ke-79, Gubernur Sulsel, Menteri Koperasi dan Kepala Daerah Turun ke Lapangan di Sorowako
Bentrokan di Palopo Berlangsung 11 Menit, Satu Pemuda Tewas
Dekopinda Luwu Jajaki Inovasi Koperasi dan UMKM di Harkopnas ke-79 Sorowako, POS SIMOMA Jadi Inspirasi
Bupati Luwu Lantik 33 Pejabat Administrator dan Pengawas, Tegaskan Jabatan Adalah Amanah Pengabdian
Berita ini 36 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:47 WITA

Dinkes Luwu Terbitkan Surat Edaran Waspada Karhutla dan Kekeringan, Puskesmas Diminta Siaga

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:20 WITA

Bupati Luwu Temui Warga Bua, Paparkan Program Prioritas dan Peluang Bantuan Pembangunan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:16 WITA

Kabar Duka, Basri “Gonrong” Mantan Kepala Biro Harian Fajar Palopo Meninggal Dunia

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:08 WITA

PS Luwu U-15 Tembus 8 Besar Nasional Piala Soeratin 2026, Siap Berlaga di IKN

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:09 WITA

Meriahkan Harkopnas ke-79, Gubernur Sulsel, Menteri Koperasi dan Kepala Daerah Turun ke Lapangan di Sorowako

Berita Terbaru