Luwu, A24Media – Suasana haru menyelimuti Desa Bonelemo, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, menyusul wafatnya Kepala Desa Bonelemo, Ustaz Baso, SH (57), pada Minggu malam (12/04/2026).
Almarhum mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 19.01 Wita setelah menjalani perawatan intensif selama kurang lebih dua pekan di RS Tajuddin Halid, Makassar. Jenazah kemudian diberangkatkan menggunakan ambulans menuju kampung halaman dan tiba di rumah duka pada Senin dini hari.
Sejak pagi hingga siang hari, ratusan pelayat terus berdatangan memadati rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir. Kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan menjadi bukti kedekatan almarhum dengan warga, yang selama ini dikenal sebagai sosok sederhana dan penuh kepedulian.
Ustaz Baso, yang akrab disapa Puang Baso, menjabat sebagai Kepala Desa Bonelemo periode 2020–2028. Di bawah kepemimpinannya, ia dikenal aktif membina generasi muda serta terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, lingkungan, dan penguatan literasi di desa.
Selain itu, almarhum tercatat sebagai alumnus IAIN Alauddin Makassar dan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. Kiprahnya juga meluas sebagai pegiat budaya dan lingkungan, serta aktif dalam komunitas adat Banua Lemo, Pengurus Wilayah AMAN Tana Luwu, hingga jaringan Telapak.
Prosesi pelepasan jenazah turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu yang mewakili Bupati Luwu, anggota DPRD Sulsel Rusli Sunali, Ketua TP PKK Luwu Kurniah Patahudding, unsur Forkopimda, serta pengurus APDESI. Perwakilan dari PT Masmindo Dwi Area juga hadir menyampaikan duka cita.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Luwu mengenang almarhum sebagai figur inspiratif yang memiliki perhatian besar terhadap pembangunan manusia dan kelestarian lingkungan.
“Almarhum adalah sosok yang banyak memberi inspirasi bagi kami. Kami sempat berdiskusi tentang pembangunan manusia dan lingkungan di Luwu,” ungkapnya.
Sebelum dimakamkan, keluarga terlebih dahulu melaksanakan prosesi adat sebagai bentuk penghormatan terakhir. Jenazah kemudian dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di Desa Bonelemo Barat.
Kepergian Puang Baso meninggalkan duka mendalam sekaligus jejak pengabdian yang kuat. Dedikasi dan kontribusinya di bidang sosial, budaya, dan lingkungan akan terus dikenang oleh masyarakat sebagai warisan inspiratif bagi generasi selanjutnya.














Komentar