LUWU, A24Media — Ratusan orang yang terdiri dari mahasiswa, pemuda, serta warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Luwu menggelar aksi unjuk rasa dengan memblokir akses perbatasan Luwu–Wajo di Batulappa, Kecamatan Larompong Selatan, Minggu (08/02/2026) sore. Aksi dimulai sekitar pukul 15.00 WITA dan menyebabkan arus lalu lintas di jalur Trans Sulawesi lumpuh total.
Massa datang secara berkonvoi dari arah Belopa menggunakan sepeda motor dan mobil. Sejumlah elemen turut terlibat dalam aksi tersebut, di antaranya Permata Luwu, Ormas Silu Raya, Gerakan Perjuangan Provinsi Luwu Raya Masyarakat Suli dan Suli Barat, serta tokoh masyarakat dari Belopa, Suli, Larompong, dan Larompong Selatan. Sepanjang perjalanan, orasi-orasi disampaikan untuk menegaskan tuntutan pemekaran wilayah Tana Luwu menjadi provinsi mandiri.
“Aksi ini akan terus kami lakukan sampai Provinsi Luwu Raya benar-benar terwujud,” teriak salah satu peserta aksi dari atas mobil komando.
Aksi ini menyedot perhatian publik setelah massa membawa keranda mayat bertuliskan “Gubernur Sulawesi Selatan” yang diletakkan di badan jalan. Atribut tersebut menjadi simbol kekecewaan terhadap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dinilai tidak serius memperjuangkan aspirasi pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Provinsi Luwu Raya.
Koordinator lapangan, Furqan, dalam orasinya mengajak massa menundukkan kepala untuk mendoakan almarhum Candra. Ia menilai perjuangan pemekaran wilayah Tana Luwu bukan sekadar isu administratif, melainkan perjuangan panjang yang telah menelan korban.
“Keranda ini simbol kekecewaan kami. Kami menilai kepemimpinan Gubernur Sulawesi Selatan mengabaikan kepentingan masyarakat Tana Luwu,” ujar Furqan.
Orator lainnya, Noldy, menyebut atribut keranda sebagai gambaran matinya nurani penguasa terhadap aspirasi rakyat. Ia mendesak para pejabat daerah membawa tuntutan tersebut ke pemerintah pusat.
“Kami akan menolak pejabat yang pulang ke daerah tanpa membawa hasil konkret,” tegasnya.
Blokade di jalur Trans Sulawesi Luwu–Wajo mengakibatkan antrean panjang kendaraan, terutama truk dan angkutan logistik. Massa menyatakan aksi akan terus digelar hingga aspirasi mereka disampaikan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
Aksi serupa juga berlangsung di Kabupaten Luwu Utara pada hari yang sama, dengan titik konsentrasi di jalan poros Desa Bakka serta kawasan Monumen Masamba Affairs di sekitar Bandara Andi Djemma Masamba. Sementara di Kota Palopo, gelombang aksi dijadwalkan berlangsung di kawasan Purangi (Sampoddo) pada Minggu malam, serta di perbatasan Palopo–Luwu sebagai bagian dari rangkaian tekanan terhadap pemerintah pusat.
Massa menegaskan tuntutan pembentukan Provinsi Luwu Raya yang meliputi Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kota Palopo, serta pembentukan Kabupaten Luwu Tengah. Mereka menyatakan gelombang protes tidak akan berhenti hingga tuntutan tersebut direalisasikan.














Komentar