Desakan Provinsi Luwu Raya Menguat, Massa Blokade Perbatasan Luwu–Wajo

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026 - 14:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LUWU, A24Media — Ratusan orang yang terdiri dari mahasiswa, pemuda, serta warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Luwu menggelar aksi unjuk rasa dengan memblokir akses perbatasan Luwu–Wajo di Batulappa, Kecamatan Larompong Selatan, Minggu (08/02/2026) sore. Aksi dimulai sekitar pukul 15.00 WITA dan menyebabkan arus lalu lintas di jalur Trans Sulawesi lumpuh total.

Massa datang secara berkonvoi dari arah Belopa menggunakan sepeda motor dan mobil. Sejumlah elemen turut terlibat dalam aksi tersebut, di antaranya Permata Luwu, Ormas Silu Raya, Gerakan Perjuangan Provinsi Luwu Raya Masyarakat Suli dan Suli Barat, serta tokoh masyarakat dari Belopa, Suli, Larompong, dan Larompong Selatan. Sepanjang perjalanan, orasi-orasi disampaikan untuk menegaskan tuntutan pemekaran wilayah Tana Luwu menjadi provinsi mandiri.

“Aksi ini akan terus kami lakukan sampai Provinsi Luwu Raya benar-benar terwujud,” teriak salah satu peserta aksi dari atas mobil komando.

Baca Juga :  Dorong Budaya Literasi, Bupati Luwu Bacakan Dongeng untuk Siswa SD

Aksi ini menyedot perhatian publik setelah massa membawa keranda mayat bertuliskan “Gubernur Sulawesi Selatan” yang diletakkan di badan jalan. Atribut tersebut menjadi simbol kekecewaan terhadap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dinilai tidak serius memperjuangkan aspirasi pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Provinsi Luwu Raya.

Koordinator lapangan, Furqan, dalam orasinya mengajak massa menundukkan kepala untuk mendoakan almarhum Candra. Ia menilai perjuangan pemekaran wilayah Tana Luwu bukan sekadar isu administratif, melainkan perjuangan panjang yang telah menelan korban.

“Keranda ini simbol kekecewaan kami. Kami menilai kepemimpinan Gubernur Sulawesi Selatan mengabaikan kepentingan masyarakat Tana Luwu,” ujar Furqan.

Orator lainnya, Noldy, menyebut atribut keranda sebagai gambaran matinya nurani penguasa terhadap aspirasi rakyat. Ia mendesak para pejabat daerah membawa tuntutan tersebut ke pemerintah pusat.

“Kami akan menolak pejabat yang pulang ke daerah tanpa membawa hasil konkret,” tegasnya.

Baca Juga :  Balita di Luwu Dilaporkan Hilang, Pencarian Masih Terus Dilakukan

Blokade di jalur Trans Sulawesi Luwu–Wajo mengakibatkan antrean panjang kendaraan, terutama truk dan angkutan logistik. Massa menyatakan aksi akan terus digelar hingga aspirasi mereka disampaikan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Aksi serupa juga berlangsung di Kabupaten Luwu Utara pada hari yang sama, dengan titik konsentrasi di jalan poros Desa Bakka serta kawasan Monumen Masamba Affairs di sekitar Bandara Andi Djemma Masamba. Sementara di Kota Palopo, gelombang aksi dijadwalkan berlangsung di kawasan Purangi (Sampoddo) pada Minggu malam, serta di perbatasan Palopo–Luwu sebagai bagian dari rangkaian tekanan terhadap pemerintah pusat.

Massa menegaskan tuntutan pembentukan Provinsi Luwu Raya yang meliputi Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kota Palopo, serta pembentukan Kabupaten Luwu Tengah. Mereka menyatakan gelombang protes tidak akan berhenti hingga tuntutan tersebut direalisasikan.

Follow WhatsApp Channel a24media.web.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Luwu Kukuhkan 127 Pejabat Hasil Merger OPD, Tegaskan Penataan Organisasi dan Peningkatan Kinerja ASN
Dinkes Luwu Terbitkan Surat Edaran Waspada Karhutla dan Kekeringan, Puskesmas Diminta Siaga
Bupati Luwu Temui Warga Bua, Paparkan Program Prioritas dan Peluang Bantuan Pembangunan
Kabar Duka, Basri “Gonrong” Mantan Kepala Biro Harian Fajar Palopo Meninggal Dunia
PS Luwu U-15 Tembus 8 Besar Nasional Piala Soeratin 2026, Siap Berlaga di IKN
Meriahkan Harkopnas ke-79, Gubernur Sulsel, Menteri Koperasi dan Kepala Daerah Turun ke Lapangan di Sorowako
Bentrokan di Palopo Berlangsung 11 Menit, Satu Pemuda Tewas
Dekopinda Luwu Jajaki Inovasi Koperasi dan UMKM di Harkopnas ke-79 Sorowako, POS SIMOMA Jadi Inspirasi
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:56 WITA

Bupati Luwu Kukuhkan 127 Pejabat Hasil Merger OPD, Tegaskan Penataan Organisasi dan Peningkatan Kinerja ASN

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:47 WITA

Dinkes Luwu Terbitkan Surat Edaran Waspada Karhutla dan Kekeringan, Puskesmas Diminta Siaga

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:20 WITA

Bupati Luwu Temui Warga Bua, Paparkan Program Prioritas dan Peluang Bantuan Pembangunan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:16 WITA

Kabar Duka, Basri “Gonrong” Mantan Kepala Biro Harian Fajar Palopo Meninggal Dunia

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:08 WITA

PS Luwu U-15 Tembus 8 Besar Nasional Piala Soeratin 2026, Siap Berlaga di IKN

Berita Terbaru