Luwu, A24 Media — PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) terus mempercepat penyelesaian proyek smelter nikel tungku dua yang berlokasi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Hingga akhir April 2025, progres pembangunan telah mencapai 80 persen dan dijadwalkan mulai beroperasi pada Agustus 2025.
Staff Legal PT BMS, Andi Agung Kaddiraja, menyatakan bahwa perkembangan proyek berjalan sesuai rencana.
“Tungku dua dijadwalkan mulai berproduksi pada bulan Agustus 2025,” ujarnya, Kamis (01/05/2025).
Dalam rangka mendukung operasional smelter baru tersebut, PT BMS akan membuka proses rekrutmen tenaga kerja pada Juni hingga Juli 2025. Perusahaan menargetkan merekrut sekitar 500 orang untuk mengisi berbagai posisi.
“Rekrutmen akan dibuka mulai bulan Juni hingga Juli, dan kami membutuhkan sekitar 500 tenaga kerja,” tambah Andi Agung.
Ia menegaskan, PT BMS berkomitmen memberikan prioritas kepada tenaga kerja lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
“Untuk klasifikasi tenaga kerja, sebagian besar akan diambil dari tenaga konstruksi internal dan sisanya dari masyarakat umum. Klasifikasi lebih lanjut masih dalam tahap pembahasan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Andi Agung menyampaikan bahwa sejauh ini proyek smelter berjalan lancar tanpa hambatan berarti. “Progres menuju pengoperasian tungku dua sejauh ini aman dan lancar. Semoga ke depan tetap diberi kelancaran,” pungkasnya.














Komentar