Jepang, A24 Media — PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) resmi menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) dengan Sumitomo Corporation terkait rencana penjualan produk nickel matte ke pasar Korea. Penandatanganan ini berlangsung di Paviliun Indonesia, World Expo Osaka, Jepang, pada rabu, (28/05/2025).
Pihak BMS diwakili oleh Direktur Afifuddin Kalla dan Faisal Suhaeli, sementara dari Sumitomo hadir General Manager Nami Katagiri, Team Leader Nickel Akihiko Miyauchi, Assistant Head Kotaro Fujita, serta perwakilan Sumitomo Indonesia Sandy Purwagandhi.
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Akbar Buchari, turut hadir menyaksikan penandatanganan tersebut.
Ia menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif BMS yang dinilai sejalan dengan agenda pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat hilirisasi industri dan mendorong ekspor bernilai tambah untuk memperbaiki neraca perdagangan nasional.
“Kesepakatan ini menjadi contoh nyata bagaimana perusahaan nasional dapat berkontribusi terhadap peningkatan ekspor. Saya berharap hal serupa juga dapat diterapkan di sektor-sektor lain, termasuk pertanian yang menjadi prioritas nasional,” ujar Akbar.
MOU antara BMS dan Sumitomo mencakup sejumlah kesepakatan penting, antara lain volume penjualan nikel, mekanisme penetapan harga, metode pengiriman, serta jangka waktu kerja sama.
Kesepakatan ini diharapkan mendorong peningkatan nilai tambah produk tambang Indonesia melalui proses hilirisasi mineral, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan pembangunan berkelanjutan.
Dalam operasionalnya, BMS juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip keberlanjutan, termasuk dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan seperti tenaga air, guna menekan emisi karbon serta menjaga kelestarian lingkungan dan sosial.














Komentar