Barru, A24 Media — Rombongan kendaraan Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, terlibat dalam kecelakaan beruntun di ruas Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Kelurahan Mallawa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, pada Senin (16/06/2025) sore.
Insiden tersebut terjadi saat rombongan baru saja kembali dari Kota Makassar usai menjemput jemaah haji asal Sidrap. Dugaan sementara, kecelakaan dipicu oleh pengereman mendadak akibat kondisi jalan yang rusak berat, sehingga menyebabkan empat kendaraan dalam iring-iringan saling bertabrakan.
Mobil dinas berpelat merah DP 1 C yang ditumpangi langsung oleh Bupati Syaharuddin mengalami kerusakan di bagian belakang setelah ditabrak oleh kendaraan milik Kepala Kantor Kementerian Agama Sidrap. Selain itu, kendaraan pengawalan (patwal) dan mobil protokoler juga turut terdampak dalam kecelakaan tersebut.
“Mobil saya sempat mengerem karena mobil patwal melakukan pengereman mendadak, tapi mobil di belakang tidak sempat menghindar dan langsung menabrak,” jelas Syaharuddin saat dikonfirmasi, Selasa (17/06/2025).
Peristiwa ini terjadi hanya beberapa kilometer sebelum memasuki wilayah administratif Kota Parepare. Meski kerusakan kendaraan cukup signifikan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Barru, AKP Ida Ayu Made Ari Suastini, membenarkan terjadinya kecelakaan tersebut. Ia menyebutkan bahwa seluruh pihak yang terlibat telah sepakat menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan dan tidak menempuh jalur hukum.
Kecelakaan ini kembali menyoroti buruknya kondisi jalan nasional Trans Sulawesi, khususnya di wilayah Barru, yang sejak lama dikenal sebagai titik rawan kecelakaan. Ironisnya, insiden serupa juga pernah terjadi di lokasi yang nyaris sama pada Mei 2017, ketika rombongan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, mengalami kecelakaan akibat jalan rusak.
Situasi ini memicu kekhawatiran publik. Banyak pihak mendesak pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap infrastruktur jalan di jalur vital tersebut.
“Sampai kapan jalan ini terus jadi penyebab kecelakaan? Kami minta pemerintah jangan tutup mata,” kata seorang warga yang berada di lokasi kejadian.
Kini, perhatian publik tertuju pada langkah konkret pemerintah dalam menjamin keselamatan pengguna jalan di jalur penghubung utama antarwilayah tersebut. Jalan nasional bukan sekadar sarana transportasi, melainkan urat nadi keselamatan masyarakat.














Komentar