Makassar, A24 Media – Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Selatan, Hasbi Syamsu Ali, meminta aparat kepolisian bertindak tegas menyusul maraknya aksi sekelompok pemuda yang diduga mengatasnamakan salah satu suku dan melakukan penyisiran di sejumlah kampus di Makassar.
Hasbi mengungkapkan, kelompok tersebut mendatangi sedikitnya lima kampus untuk mencari mahasiswa asal Palopo dan wilayah Luwu Raya.
“Ini persoalan serius yang tidak boleh dibiarkan. Jika lambat ditangani, berpotensi berkembang menjadi konflik SARA yang merugikan banyak pihak,” ujarnya, Jumat (25/07/2025).
Ia menilai aksi terbuka kelompok tak dikenal di siang hari itu merupakan bentuk teror yang mencederai lingkungan akademik.
“Miris melihat ada yang terang-terangan mencari mahasiswa dari Luwu Raya di kampus. Aparat harus bertindak cepat, tangkap pelaku, dan proses sesuai hukum,” tegasnya.
Hasbi menekankan agar insiden tersebut tidak dipelintir menjadi konflik antar daerah. Menurutnya, dugaan penyerangan sebelumnya merupakan tindak pidana individu yang tidak mewakili kelompok atau etnis tertentu.
“Ini murni kriminal, bukan persoalan suku. Serahkan penanganannya kepada penegak hukum,” imbuhnya.
Selain meminta penangkapan pelaku utama, Hasbi juga menyoroti aksi sweeping kendaraan berpelat DP yang disebut berasal dari Luwu Raya.
“Proses hukum harus tegas dan adil. Jangan biarkan kampus menjadi ruang teror,” tandasnya.
Ia pun mengimbau mahasiswa dan masyarakat Luwu Raya tetap tenang, menahan diri, serta tidak terpancing provokasi. “Kita jaga bersama situasi tetap kondusif. Percayakan penanganannya pada aparat,” pungkasnya.














Komentar