Luwu, A24 Media – Komisi II DPRD Kabupaten Soppeng melakukan kunjungan kerja ke Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Luwu untuk belajar dan berbagi pengalaman dalam pengembangan kakao. Rombongan yang dipimpin oleh Syamsuddin, Anggota DPRD Soppeng sekaligus Ketua BKPRMI dan Sekretaris Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)Kabupaten Soppeng, disambut langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Luwu drh. Jumardin, MP bersama Sekretaris Dinas dan para kepala bidang, Jumat (08/08/2025)
Luwu sebagai Sentra Kakao Sulsel
Kunjungan ini berfokus pada strategi peningkatan mutu dan produktivitas kakao. Kabupaten Luwu dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kakao terbaik di Sulawesi Selatan. Potensi tersebut menjadi bagian penting dari visi-misi Bupati Luwu yang ingin mengembalikan kejayaan kakao yang sempat mengalami pasang surut, baik dari segi produksi maupun harga.
“Kakao adalah potensi besar yang pernah membawa kejayaan Luwu. Kami berkomitmen untuk mengembalikan masa keemasan itu,” ungkap drh. Jumardin dalam sambutannya.
Belajar dari Keberhasilan Luwu
Syamsuddin menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan langkah strategis bagi DPRD Soppeng untuk mendapatkan referensi dan best practice pengelolaan perkebunan kakao. Menurutnya, pengalaman Luwu dapat menjadi pedoman kebijakan di Soppeng.
“Dulu jagung sempat menjadi komoditas andalan di Soppeng, tetapi kendala teknis membuatnya kurang menjanjikan. Sekarang, petani mulai melirik kembali kakao karena prospek harga pasar yang membaik,” ujarnya.
Selain aspek teknis budidaya, pembahasan juga mencakup penguatan kelembagaan petani, distribusi bibit unggul, serta akses pasar yang lebih stabil.
Kakao Kembali Dilirik Petani Soppeng
Di Soppeng, tren peralihan komoditas pertanian mulai terlihat. Petani yang sebelumnya fokus pada jagung kini mulai menanam kakao kembali. Faktor harga yang cenderung stabil dan adanya dukungan pemerintah daerah menjadi alasan utama. Kakao dinilai tidak hanya memiliki potensi pasar domestik yang kuat, tetapi juga peluang ekspor yang luas.
Sinergi dan Harapan ke Depan
Kadis Pertanian Luwu menegaskan pentingnya sinergi antar daerah dalam mengembangkan komoditas unggulan. Kolaborasi seperti ini diharapkan dapat memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu pusat produksi kakao nasional.
“Dengan berbagi pengetahuan dan pengalaman, kita bisa bersama-sama mengangkat kesejahteraan petani,” tambah drh. Jumardin.
Penutup dengan Semangat Kolaborasi
Kunjungan kerja diakhiri dengan sesi foto bersama antara rombongan Komisi II DPRD Soppeng dan jajaran Dinas Pertanian Luwu. Momen ini menjadi simbol kemitraan lintas daerah untuk menghidupkan kembali kejayaan kakao. (*Az)

















Komentar