LUWU, A24MEDIA – Dinas Perdagangan Kabupaten Luwu terus melakukan langkah strategis guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus merespons sorotan masyarakat terkait belum optimalnya pemanfaatan Pasar Tradisional Kecamatan Ponrang Selatan yang terletak di Desa Bakti, meskipun telah dibangun dengan anggaran miliaran rupiah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui rencana pengaktifan kembali pasar agar dapat berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Rencana ini dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Aula Kantor Camat Ponrang Selatan, Jumat (19/12/2025).
Rapat yang dimulai sekitar pukul 14.00 Wita itu dihadiri Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Luwu Ruslang, Camat Ponrang Selatan Muhammad Kasim bersama jajaran, seluruh kepala desa se-Kecamatan Ponrang Selatan, perwakilan pedagang, serta tokoh masyarakat.
Dalam arahannya, Kadis Perdagangan Luwu Ruslang mengapresiasi dukungan Camat Ponrang Selatan dan seluruh pihak yang menunjukkan komitmen terhadap program Dinas Perdagangan, khususnya dalam menghidupkan kembali pasar tradisional.
Ia menegaskan bahwa fasilitas pasar yang telah tersedia berpotensi mengalami kerusakan apabila tidak segera dimanfaatkan. Oleh karena itu, pengaktifan pasar dinilai sebagai langkah penting dan mendesak.
Melalui forum tersebut, Disperindag Luwu bersama pemerintah kecamatan dan para kepala desa sepakat untuk mengoperasikan kembali Pasar Tradisional Ponrang Selatan dengan menerapkan sistem pengelolaan yang lebih tertata dan profesional. Dalam kesepakatan itu, Kasmin dipercaya sebagai Ketua Pengelola Pasar untuk membentuk struktur kepengurusan.
Camat Ponrang Selatan Muhammad Kasim menekankan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemerintah desa di wilayahnya.
Menurutnya, pengaktifan pasar sejalan dengan program Bupati Luwu dalam menghidupkan pasar tradisional sebagai pusat transaksi ekonomi sekaligus ruang interaksi sosial masyarakat.
Sementara itu, Ketua Pengelola Pasar Kasmin menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan pasar sudah dapat dimanfaatkan untuk aktivitas jual beli pada awal 2026. Ia menjelaskan bahwa langkah awal yang akan dilakukan adalah pemantapan organisasi serta pembenahan sarana dan prasarana agar pedagang maupun pengunjung merasa aman dan nyaman.
Dengan kembali beroperasinya Pasar Tradisional Ponrang Selatan, diharapkan perekonomian masyarakat setempat dapat kembali bergeliat dan pasar tradisional berfungsi optimal sebagai pusat kegiatan ekonomi dan sosial warga.















Komentar