PALOPO, A24MEDIA — Penemuan jasad seorang pria lanjut usia di lingkungan SDN Pinceppute, Kelurahan Tamarundung, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, Selasa pagi, menghebohkan warga sekitar. Informasi tersebut segera ditindaklanjuti oleh jajaran Polres Palopo dengan mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal terhadap korban.
Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marsuki, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait ditemukannya seorang laki-laki dalam kondisi tidak bernyawa di kamar mess sekolah.
“Korban ditemukan di dalam kamar mess SDN Pinceppute setelah beberapa hari tidak terlihat oleh warga sekitar,” ujar AKP Marsuki.
Korban diketahui bernama Yohanis (68), pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang berdomisili di Jalan Batara Lorong 6 Nomor 4, Kelurahan Boting, Kecamatan Wara, Kota Palopo. Salah seorang saksi, Sakat Paim (69), tukang ojek yang sehari-hari berada di sekitar lokasi, menuturkan bahwa terakhir kali berinteraksi dengan korban terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2026. Saat itu, ia mengantar korban ke pasar untuk membeli kebutuhan harian sebelum kembali ke mess tempat korban tinggal.
Kecurigaan muncul pada Selasa, 6 Januari 2026, ketika korban tidak kunjung terlihat. Saksi kemudian berkoordinasi dengan Roni, petugas keamanan sekolah, untuk mengecek kondisi kamar korban yang berada di belakang area sekolah. Namun, pintu kamar tidak dapat dibuka dari luar.
Melalui ventilasi jendela, petugas keamanan melihat korban dalam posisi terlentang di lantai kamar. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada pihak sekolah dan diteruskan kepada keluarga korban. Pihak keluarga selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Palopo. Sekitar pukul 09.20 WITA, personel kepolisian bersama Tim Inafis tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.
“Setelah dilakukan pemeriksaan di TKP, jenazah korban dievakuasi ke RSU Sawerigading Palopo pada pukul 09.57 WITA untuk penanganan lebih lanjut,” jelas AKP Marsuki.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kematian korban. AKP Marsuki mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.














Komentar