LUWU, A24MEDIA — Sejumlah aktivis mahasiswa bersama elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa dengan memblokade Jalan Trans Sulawesi di depan Markas Polres Luwu, Sulawesi Selatan, Senin (26/01/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan kepada pemerintah pusat agar segera merealisasikan pembentukan Provinsi Luwu Raya.
Massa menilai proses pemekaran wilayah Luwu Raya berjalan lamban dan belum menunjukkan kepastian politik yang jelas. Dalam orasinya, para demonstran menegaskan bahwa tuntutan pembentukan provinsi baru merupakan aspirasi kolektif masyarakat yang telah diperjuangkan dalam waktu lama.
Jenderal Lapangan aksi, Husain, secara terbuka meminta Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah diskresi guna mempercepat pembentukan Provinsi Luwu Raya. Menurutnya, keterlambatan tersebut telah memicu kekecewaan masyarakat.
“Rakyat Luwu Raya sudah terlalu lama menunggu kepastian. Kami mendesak Presiden Prabowo segera mengambil diskresi untuk membentuk Provinsi Luwu Raya,” ujar Husain di hadapan peserta aksi.
Blokade jalan dilakukan sebagai simbol protes atas respons pemerintah pusat yang dinilai belum sejalan dengan aspirasi masyarakat di wilayah Luwu Raya. Aksi ini sempat mengganggu arus lalu lintas di jalur utama Trans Sulawesi.
Orator lainnya, Jaya Lobo, menekankan pentingnya konsolidasi seluruh elemen masyarakat Luwu. Ia menilai perjuangan pemekaran wilayah bukan hanya agenda mahasiswa atau kelompok tertentu, melainkan kepentingan bersama masyarakat Luwu Raya.
“Ini adalah perjuangan rakyat Luwu Raya secara keseluruhan. Tidak ada lagi ruang untuk diam dan menunggu,” kata Jaya.
Di lokasi aksi, aktivis Luwu Raya, Noldi, mengajak massa mengepalkan tangan sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dan bentuk tuntutan agar negara lebih serius menanggapi aspirasi daerah.
Sementara itu, aktivis senior dan mantan Ketua PB IPMIL, Adiatma, mengingatkan bahwa ketidakjelasan sikap pemerintah pusat dapat menjadi indikator kegagalan elite politik dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Jika hingga Januari ini belum ada kepastian, maka itu menunjukkan kegagalan elite. Provinsi Luwu Raya adalah tuntutan yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Aksi unjuk rasa tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Luwu dan berlangsung dalam kondisi aman serta terkendali hingga massa membubarkan diri.














Komentar