PALOPO, A24MEDIA — Jembatan gantung di Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Wara, Kota Palopo, kembali memakan korban. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh ke sungai akibat lantai jembatan yang sudah lapuk dan berlubang.
Jembatan sepanjang sekitar 80 meter itu menjadi penghubung utama antara RW 1 Kompleks Cempaka dan RW 5 Pajalesang. Fasilitas tersebut setiap hari dilintasi warga, termasuk anak-anak sekolah yang menuju SD Temalulu dan SD 65 Pajalesang.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa (10/02/2026) sekitar pukul 18.40 Wita, usai waktu Magrib. Korban bernama Marwan (50) terpeleset saat berada di bagian tengah jembatan dan terjatuh ke sungai dengan ketinggian kurang lebih enam meter.
Lurah Pajalesang, Irwan, A.Md, mengatakan korban saat itu berjalan bersama istrinya menuju penggilingan padi.
“Korban hendak mengambil beras. Di tengah jembatan, almarhum terpeleset dan jatuh ke sungai. Kejadian itu disaksikan langsung oleh istrinya,” kata Irwan, Rabu (11/2/2026).
Menurut Irwan, jembatan gantung tersebut dibangun sekitar satu dekade lalu dan sempat mendapat perbaikan pada akhir 2022. Namun, material kayu kembali mengalami kerusakan.
“Usianya sudah lama, kayu-kayunya kembali lapuk sehingga kondisinya tidak aman untuk dilalui,” ujarnya.
Ia menegaskan jembatan tersebut merupakan akses terdekat warga menuju sekolah, puskesmas, kantor kelurahan, dan fasilitas pelayanan publik lainnya. Pihak kelurahan berharap pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh demi keselamatan warga.
Salah seorang warga, Masram, mengungkapkan kekhawatiran masyarakat atas kondisi jembatan yang dinilai sudah tidak layak pakai.
“Jembatan ini satu-satunya akses dari Cempaka ke Pajalesang. Banyak anak sekolah lewat setiap hari. Kami berharap segera direnovasi, apalagi sekarang sudah ada korban,” ujarnya.
Masram menambahkan, warga kerap melarang anak-anak melintas ketika kondisi jembatan memburuk. Namun, saat debit air sungai meningkat, jembatan tetap menjadi satu-satunya pilihan.
“Kalau air naik, mau tidak mau lewat jembatan. Padahal kondisinya sudah sangat rawan,” katanya.
Saksi di lokasi menyebut korban sempat memperingatkan agar berhati-hati karena terdapat lubang pada lantai jembatan. Tak lama kemudian terdengar suara papan kayu terlepas, dan korban jatuh ke sungai. Warga yang mendengar teriakan saksi segera berdatangan dan mengevakuasi korban.
Korban kemudian dibawa ke RS Mega Buana Palopo. Namun, dokter menyatakan korban tiba di rumah sakit dalam kondisi henti napas dan henti jantung, dengan sejumlah luka di bagian wajah dan tangan.
Kasi Humas Polres Palopo AKP Marsuki membenarkan kejadian tersebut.
“Korban sempat dievakuasi ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi,” ujarnya.
Sempat dilakukan penutupan sementara jembatan pascakejadian. Namun, karena tidak tersedia jalur alternatif, sebagian warga masih terpaksa melintas demi memenuhi kebutuhan aktivitas harian.














Komentar