Jembatan Gantung Pajalesang Ambruk Dimakan Usia, Warga Palopo Tewas Terjatuh ke Sungai

- Jurnalis

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PALOPO, A24MEDIA — Jembatan gantung di Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Wara, Kota Palopo, kembali memakan korban. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh ke sungai akibat lantai jembatan yang sudah lapuk dan berlubang.

Jembatan sepanjang sekitar 80 meter itu menjadi penghubung utama antara RW 1 Kompleks Cempaka dan RW 5 Pajalesang. Fasilitas tersebut setiap hari dilintasi warga, termasuk anak-anak sekolah yang menuju SD Temalulu dan SD 65 Pajalesang.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa (10/02/2026) sekitar pukul 18.40 Wita, usai waktu Magrib. Korban bernama Marwan (50) terpeleset saat berada di bagian tengah jembatan dan terjatuh ke sungai dengan ketinggian kurang lebih enam meter.

Lurah Pajalesang, Irwan, A.Md, mengatakan korban saat itu berjalan bersama istrinya menuju penggilingan padi.

“Korban hendak mengambil beras. Di tengah jembatan, almarhum terpeleset dan jatuh ke sungai. Kejadian itu disaksikan langsung oleh istrinya,” kata Irwan, Rabu (11/2/2026).

Baca Juga :  Wabup Luwu Tutup Turnamen PB Walmas 2026, Tekankan Sportivitas dan Penguatan Silaturahmi

Menurut Irwan, jembatan gantung tersebut dibangun sekitar satu dekade lalu dan sempat mendapat perbaikan pada akhir 2022. Namun, material kayu kembali mengalami kerusakan.

“Usianya sudah lama, kayu-kayunya kembali lapuk sehingga kondisinya tidak aman untuk dilalui,” ujarnya.

Ia menegaskan jembatan tersebut merupakan akses terdekat warga menuju sekolah, puskesmas, kantor kelurahan, dan fasilitas pelayanan publik lainnya. Pihak kelurahan berharap pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh demi keselamatan warga.

Salah seorang warga, Masram, mengungkapkan kekhawatiran masyarakat atas kondisi jembatan yang dinilai sudah tidak layak pakai.

“Jembatan ini satu-satunya akses dari Cempaka ke Pajalesang. Banyak anak sekolah lewat setiap hari. Kami berharap segera direnovasi, apalagi sekarang sudah ada korban,” ujarnya.

Masram menambahkan, warga kerap melarang anak-anak melintas ketika kondisi jembatan memburuk. Namun, saat debit air sungai meningkat, jembatan tetap menjadi satu-satunya pilihan.

Baca Juga :  Musda Persamil Luwu 2026 Perkuat Sinergi Dakwah dan Pembangunan Daerah

“Kalau air naik, mau tidak mau lewat jembatan. Padahal kondisinya sudah sangat rawan,” katanya.

Saksi di lokasi menyebut korban sempat memperingatkan agar berhati-hati karena terdapat lubang pada lantai jembatan. Tak lama kemudian terdengar suara papan kayu terlepas, dan korban jatuh ke sungai. Warga yang mendengar teriakan saksi segera berdatangan dan mengevakuasi korban.

Korban kemudian dibawa ke RS Mega Buana Palopo. Namun, dokter menyatakan korban tiba di rumah sakit dalam kondisi henti napas dan henti jantung, dengan sejumlah luka di bagian wajah dan tangan.

Kasi Humas Polres Palopo AKP Marsuki membenarkan kejadian tersebut.

“Korban sempat dievakuasi ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi,” ujarnya.

Sempat dilakukan penutupan sementara jembatan pascakejadian. Namun, karena tidak tersedia jalur alternatif, sebagian warga masih terpaksa melintas demi memenuhi kebutuhan aktivitas harian.

Follow WhatsApp Channel a24media.web.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Luwu Kukuhkan 127 Pejabat Hasil Merger OPD, Tegaskan Penataan Organisasi dan Peningkatan Kinerja ASN
Dinkes Luwu Terbitkan Surat Edaran Waspada Karhutla dan Kekeringan, Puskesmas Diminta Siaga
Bupati Luwu Temui Warga Bua, Paparkan Program Prioritas dan Peluang Bantuan Pembangunan
Kabar Duka, Basri “Gonrong” Mantan Kepala Biro Harian Fajar Palopo Meninggal Dunia
PS Luwu U-15 Tembus 8 Besar Nasional Piala Soeratin 2026, Siap Berlaga di IKN
Meriahkan Harkopnas ke-79, Gubernur Sulsel, Menteri Koperasi dan Kepala Daerah Turun ke Lapangan di Sorowako
Bentrokan di Palopo Berlangsung 11 Menit, Satu Pemuda Tewas
Dekopinda Luwu Jajaki Inovasi Koperasi dan UMKM di Harkopnas ke-79 Sorowako, POS SIMOMA Jadi Inspirasi
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:56 WITA

Bupati Luwu Kukuhkan 127 Pejabat Hasil Merger OPD, Tegaskan Penataan Organisasi dan Peningkatan Kinerja ASN

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:47 WITA

Dinkes Luwu Terbitkan Surat Edaran Waspada Karhutla dan Kekeringan, Puskesmas Diminta Siaga

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:20 WITA

Bupati Luwu Temui Warga Bua, Paparkan Program Prioritas dan Peluang Bantuan Pembangunan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:16 WITA

Kabar Duka, Basri “Gonrong” Mantan Kepala Biro Harian Fajar Palopo Meninggal Dunia

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:08 WITA

PS Luwu U-15 Tembus 8 Besar Nasional Piala Soeratin 2026, Siap Berlaga di IKN

Berita Terbaru