Makassar, A24Media – Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan terpilih, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mulai merampungkan penyusunan kepengurusan baru Partai Golkar Sulsel periode 2026–2031. Struktur organisasi tersebut ditargetkan selesai dalam waktu dekat dan disebut akan dilengkapi dengan posisi Ketua Harian sebagai bagian dari penguatan konsolidasi partai menjelang agenda politik 2029.
Langkah penyusunan kepengurusan baru dilakukan setelah IAS resmi terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Selatan yang digelar di Makassar pada 19 Juli 2026. Penetapan IAS dilakukan melalui rapat pleno Musda setelah ia menjadi satu-satunya calon yang memenuhi seluruh persyaratan pencalonan.
Sebelumnya, IAS mengemban dukungan mayoritas pemilik suara internal Partai Golkar yang terdiri atas DPD II kabupaten/kota, organisasi pendiri, organisasi yang didirikan Partai Golkar, serta organisasi sayap partai. Dukungan tersebut menjadi modal utama dalam proses konsolidasi kepemimpinan baru Golkar Sulsel.
Menurut sumber internal Partai Golkar, struktur kepengurusan yang sedang disusun akan menempatkan sejumlah figur senior dan kader potensial pada posisi-posisi strategis untuk memperkuat koordinasi organisasi. Kehadiran Ketua Harian disebut menjadi salah satu fokus utama agar pelaksanaan program partai dapat berjalan lebih efektif dan terkoordinasi hingga tingkat kabupaten dan kota.
Dalam pidato usai penetapannya sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel, IAS menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanat partai dan memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke akar rumput.
“Saya berharap teman-teman DPD II, sebagaimana amanat dalam rekomendasi Komisi A dan Komisi B, menjadi rujukan kami dan akan kami jalankan sesuai dengan harapan bersama,” ujar IAS usai rapat pleno Musda.
IAS juga menegaskan bahwa kepengurusan yang dipimpinnya akan fokus menjalankan arahan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029.
Ia menargetkan peningkatan kursi DPR RI dari Sulawesi Selatan dari empat menjadi minimal enam kursi, kursi DPRD Sulsel dari 14 menjadi 21 kursi, serta kursi DPRD kabupaten/kota dari 138 menjadi hampir 200 kursi.
Menurut IAS, target tersebut hanya dapat dicapai apabila seluruh struktur partai bekerja secara solid mulai dari tingkat provinsi hingga desa dan kelurahan.
“Itulah sebabnya pada musyawarah di tingkat kabupaten dan kota nanti, saya berharap kita mencari figur yang tepat untuk memimpin partai. Kalau teman-teman masih memiliki keinginan yang baik, mari kita duduk bersama,” katanya.
Selain merampungkan kepengurusan provinsi, IAS juga menargetkan seluruh Musda DPD II Partai Golkar di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan selesai paling lambat November 2026. Setelah itu, pembentukan kepengurusan tingkat kecamatan ditargetkan rampung pada Maret 2027, disusul pembentukan struktur hingga tingkat kelurahan dan desa.
Sebelum Musda berlangsung, Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel Muhidin M Said sempat melakukan konsolidasi di tiga daerah pemilihan utama Sulawesi Selatan untuk menyerap aspirasi kader terkait kepemimpinan partai. Konsolidasi tersebut juga dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Musda berjalan kondusif dan berakhir secara aklamasi sesuai harapan DPP Partai Golkar.
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia sebelumnya memang menginginkan Musda Golkar Sulsel berlangsung tanpa voting dan berakhir dengan aklamasi, sebagaimana pelaksanaan Musda Golkar di sejumlah provinsi lain di Pulau Sulawesi.
Dengan mulai dirampungkannya struktur kepengurusan baru, Partai Golkar Sulawesi Selatan memasuki fase penting konsolidasi pasca-Musda. Penyelesaian struktur organisasi dalam waktu dekat diharapkan dapat mempercepat kerja-kerja politik partai, memperkuat koordinasi internal, serta mempersiapkan mesin organisasi menghadapi Pemilu 2029 dan agenda politik daerah lainnya.
Kepengurusan baru Golkar Sulsel di bawah kepemimpinan IAS diproyeksikan menjadi fondasi konsolidasi jangka panjang partai di Sulawesi Selatan, dengan fokus pada penguatan struktur, peningkatan elektabilitas, serta perluasan basis dukungan hingga tingkat paling bawah organisasi. (**/Red)
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Media Online














Komentar