LUWU, A24Media — Sejumlah warga Desa Jennemaeja dan Desa Tobia, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, kembali menyuarakan aspirasi terkait perbaikan infrastruktur jalan poros Pollo Salu–Tobia. Mereka berharap rencana pengaspalan ruas tersebut dapat segera direalisasikan melalui aspirasi anggota DPRD Kabupaten Luwu dari Daerah Pemilihan (Dapil) 7 Ponrang Selatan–Bupon.
Desakan itu mengemuka setelah pelaksanaan reses masa sidang II tahun 2026 di Desa Jennemaeja, Kecamatan Ponrang Selatan, Senin (7/9/2026).
Warga menyebut pengaspalan jalan tersebut sebelumnya telah menjadi salah satu aspirasi yang diperjuangkan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD. Namun, hingga kini mereka mengaku belum memperoleh kepastian mengenai pelaksanaan proyek tersebut.
Kekecewaan warga semakin menguat setelah melakukan penelusuran terhadap informasi pengadaan barang dan jasa Pemerintah Kabupaten Luwu. Menurut mereka, paket pekerjaan pengaspalan poros Pollo Salu–Tobia belum ditemukan dalam daftar proyek pengadaan di Kecamatan Ponrang Selatan tahun ini.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan berharap dua legislator dari Dapil 7 dapat membangun komunikasi dan bersama-sama memperjuangkan kebutuhan infrastruktur masyarakat.
“Pengaspalan jalan itu sebenarnya bisa direalisasikan apabila anggota DPRD dari Dapil 7 bisa bersama-sama memperjuangkannya. Kami berharap Radika Saputri dan Sulaeman dapat duduk bersama mencari solusi untuk persoalan jalan ini,” ujarnya.
Warga secara khusus menagih komitmen Radika Saputri, anggota DPRD Luwu dari Partai Golkar, yang disebut sebelumnya menyampaikan kesiapan untuk mengawal kelanjutan pokir pengaspalan ruas tersebut.
Selain itu, masyarakat juga berharap dukungan dari Sulaeman, legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang telah menjabat selama dua periode, agar aspirasi perbaikan jalan dapat memperoleh perhatian lebih serius.
Bagi masyarakat setempat, perbaikan ruas Pollo Salu–Tobia dinilai penting karena jalan tersebut menjadi salah satu akses yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Kondisinya disebut semakin sulit dilalui ketika musim hujan.
Dalam dokumentasi warga saat hujan turun, sejumlah bagian badan jalan tampak berlumpur dan tergenang, sehingga warga berharap penanganan infrastruktur tidak lagi tertunda. Masyarakat meminta pemerintah daerah bersama DPRD Kabupaten Luwu memberikan kepastian mengenai kemungkinan penganggaran maupun jadwal penanganan ruas tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, Radika Saputri dan Sulaeman belum memberikan keterangan terkait aspirasi dan desakan warga tersebut. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kabupaten Luwu juga belum memberikan penjelasan mengenai status rencana pengaspalan poros Pollo Salu–Tobia dalam program pembangunan tahun 2026.














Komentar