Upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Luwu terus diperkuat melalui program Bening Luwu atau Bapak dan Ibu Asuh Stunting
Luwu, A24 Media – Pada Selasa (23/9), Kepala Dinas Kesehatan Luwu, dr. Rosnawary, M.Tr, Adm. Kes, bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu melaksanakan Lokbin Monitoring dan Evaluasi (Monev) inovasi tersebut di UPTD PKM Lamasi Timur serta beberapa desa di Kecamatan Lamasi Timur. (23/09/2025)
Agenda kegiatan meliputi kunjungan balita stunting, pemberian bantuan pangan, hingga lokakarya mini bulanan sebagai upaya terintegrasi dalam percepatan penurunan stunting.
“Inovasi Bening Luwu adalah program yang dirancang untuk mempercepat pencegahan dan penurunan stunting. Kuncinya ada pada komitmen bersama, terutama pemerintah desa sebagai garda terdepan yang langsung berinteraksi dengan masyarakat,” ujar dr. Rosnawary.

Program Bening Luwu menjadi salah satu langkah nyata Pemkab Luwu dalam menurunkan prevalensi stunting melalui pendekatan kolaboratif. Selain melibatkan pemerintah daerah dan tenaga kesehatan, program ini juga menggandeng masyarakat dan keluarga balita agar lebih sadar pentingnya gizi, pola asuh, serta akses layanan kesehatan.
Selain monitoring program, kunjungan ini juga diwarnai dengan penyerahan bantuan pangan bagi keluarga balita yang terdampak stunting. Aksi tersebut diharapkan dapat langsung membantu pemenuhan gizi harian anak sekaligus memperkuat keterlibatan orang tua dalam pencegahan stunting.
Menurunkan Stunting, Meningkatkan Komitmen
Tujuan utama dari inovasi ini mencakup:
- Menurunkan angka stunting melalui intervensi terintegrasi.
- Meningkatkan komitmen lintas sektor, dengan menjadikan program ini sebagai wadah penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Dengan sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, PKK, dan masyarakat, diharapkan Kabupaten Luwu dapat menjadi model daerah yang berhasil menekan angka stunting secara signifikan. (Az*)














Komentar