Luwu, A24Media – Pemerintah Kecamatan Belopa Utara menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, Kamis (26/02/2026), di Kantor Camat Belopa Utara.
Forum tahunan tersebut menjadi wadah penjaringan aspirasi masyarakat dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah. Mengangkat tema percepatan kebangkitan bersama masyarakat, Musrenbang kali ini menitikberatkan pada penguatan produktivitas ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemerataan layanan publik berbasis digital.
Kegiatan dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Pemkab Luwu, Drs. Rahimullah, M.M., Plt Camat Belopa Utara A. Mukti Amin, S.PT, perwakilan sejumlah OPD seperti Dinas PUTR, Dinas Sosial, Bappelitbangda, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan, serta unsur TNI-Polri, kepala desa, Forkopincam, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, KTNA, dan pendamping desa. Namun, dari pantauan di lokasi, tidak terlihat kehadiran anggota DPRD Luwu dalam kegiatan tersebut.
Plt Camat Belopa Utara, A. Mukti Amin, menyampaikan bahwa Musrenbang ini menjadi agenda perdana selama bulan Ramadhan tahun ini. Ia menegaskan, forum tersebut tidak hanya memaparkan rancangan RKPD 2027, tetapi juga mengevaluasi capaian pembangunan tahun sebelumnya agar perencanaan berikutnya lebih terarah.
Sambutan Bupati Luwu yang dibacakan oleh Asisten III Rahimullah sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor UMKM, meningkatkan mutu pendidikan dan layanan kesehatan, serta mengoptimalkan pelayanan publik melalui pengembangan Mall Pelayanan Publik di wilayah Walmas dan pelaksanaan program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.
Untuk tahun 2027, sejumlah program prioritas disiapkan, di antaranya pembangunan stadion dan pembinaan generasi muda, pengembangan rumah sakit di Walmas dan regional di Bua, jaminan ketersediaan pupuk bagi petani, bantuan alat tangkap nelayan, pembangunan jaringan irigasi dan kampung nelayan, penyediaan internet gratis, hingga pembangunan ruang terbuka publik. Selain itu, direncanakan pembangunan TPA Tanjong dan penyediaan lahan TPST di kawasan Walmas.
Dalam sesi diskusi, sejumlah warga menyampaikan berbagai masukan. Salah satu tokoh masyarakat menyoroti persoalan drainase tersumbat di Barana Pance, Kelurahan Pammanu, yang dinilai belum tertangani secara tuntas selama bertahun-tahun. Ia meminta pemerintah memberikan perhatian konkret terhadap persoalan tersebut.
Peserta juga mendorong adanya sistem konektivitas layanan yang lebih terintegrasi dari desa hingga kabupaten, agar aduan dan kebutuhan masyarakat dapat ditindaklanjuti lebih cepat. Penguatan ekonomi lokal melalui pelatihan dan pendampingan UMKM turut menjadi usulan yang mengemuka.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan Safari Ramadhan 1447 H, buka puasa bersama, serta penyerahan penghargaan kepada perwakilan Belopa Utara yang berprestasi pada MTQ XXXIV lalu. Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat di bulan suci. (Az*)
















Komentar