PALOPO, A24Media – Kisah cinta lintas negara kembali menyita perhatian publik. Seorang perempuan asal Kelurahan Lebang, Kota Palopo, Asni Manggasa, resmi menikah dengan pria berkebangsaan Turki, Huseyin Dinc. Meski dipisahkan jarak ribuan kilometer, keduanya mantap melangkah ke jenjang pernikahan dalam waktu yang relatif singkat.
Berawal dari Dunia Maya
Hubungan Asni dan Huseyin bermula dari perkenalan tidak langsung. Asni mendapat informasi dari temannya terkait kenalan yang memiliki pasangan dari Turki. Dari situlah komunikasi keduanya dimulai melalui aplikasi WhatsApp.
Selama kurang lebih enam bulan, mereka menjalani hubungan jarak jauh. Perbedaan bahasa sempat menjadi hambatan, namun keduanya memanfaatkan teknologi untuk tetap terhubung.
“Kami pakai bahasa Inggris, sedikit bahasa Turki, dan bantuan Google Translate,” ujar Asni.
Pembuktian Cinta di Indonesia
Keseriusan Huseyin mulai terlihat saat ia melamar Asni meski hanya melalui sambungan telepon. Namun, Asni mengajukan syarat tegas: lamaran hanya akan diterima jika Huseyin datang langsung ke Indonesia.
Tanpa ragu, Huseyin memenuhi permintaan tersebut. Pertemuan pertama mereka terjadi pada 10 April 2026 di Bandara Soekarno-Hatta. Momen itu menjadi awal nyata perjalanan cinta mereka menuju pernikahan.
Prosesi Pernikahan Bernuansa Adat
Pernikahan keduanya digelar pada Rabu, 6 Mei 2026 di Gedung Saodenrae Convention Center, dengan nuansa adat Bugis-Makassar yang kental. Huseyin menunjukkan penghormatan terhadap budaya lokal dengan memberikan mahar berupa 10 gram emas serta uang panaik sebesar Rp150 juta.
Ibu Asni, Suryani Yatim, mengaku awalnya terkejut dengan keputusan putrinya. Namun, sikap sopan serta latar belakang Huseyin sebagai hafidz Al-Qur’an membuat keluarga akhirnya memberikan restu.
“Dia sopan, datang dari jauh, dan agamanya bagus,” ungkap Suryani.
Rencana Tinggal di Bekasi
Setelah menikah, pasangan ini berencana menetap sementara di Bekasi, tempat Asni sebelumnya bekerja. Keduanya sepakat untuk saling belajar bahasa dan budaya masing-masing sebagai bekal kehidupan rumah tangga. Soal keturunan, Asni mengaku memiliki harapan tersendiri.
“Saya ingin langsung dikaruniai anak kembar tiga,” ujarnya sambil tersenyum.
Kisah cinta ini menjadi bukti bahwa batas geografis bukan lagi penghalang dalam menemukan jodoh, selama ada kesungguhan dan keberanian untuk memperjuangkannya.














Komentar