PALOPO, A24MEDIA — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palopo menegaskan komitmennya dalam mengedepankan pendekatan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika di wilayah Luwu Raya sepanjang tahun 2025. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam menekan angka penyalahgunaan melalui pemulihan berbasis kesehatan.
BNN Palopo yang menaungi wilayah Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur mencatat sebanyak 260 orang terduga penyalahguna narkotika telah menjalani asesmen selama 2025. Dari hasil asesmen tersebut, sebagian besar diarahkan mengikuti program rehabilitasi.
Kepala BNN Kota Palopo, AKBP Herman, menyampaikan hal tersebut saat konferensi pers akhir tahun di Kantor BNN Palopo, Kelurahan Takkalala, Kecamatan Wara Selatan, Rabu (31/12/2025).
“Selama 2025, kami melakukan asesmen terhadap 260 terduga penyalahguna narkotika di seluruh wilayah Luwu Raya,” ujar Herman.
Ia menjelaskan, sebanyak 233 orang menjalani rehabilitasi di fasilitas rehabilitasi BNN. Sementara 35 orang lainnya direhabilitasi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palopo dan Rumah Tahanan Negara Masamba. Adapun satu orang tetap diproses secara hukum karena tidak memenuhi syarat rehabilitasi.
Di luar penanganan berbasis rehabilitasi, BNN Palopo juga berhasil mengungkap tiga kasus tindak pidana narkotika sepanjang 2025. Pengungkapan kasus tersebut melibatkan jaringan lintas provinsi dan lintas kabupaten/kota melalui sinergi dengan BNN Provinsi Sulawesi Selatan dan Bea Cukai.
Dalam pengungkapan itu, petugas mengamankan barang bukti berupa 336,4 gram sabu dan 543 gram ganja. Tiga orang tersangka berhasil diamankan, termasuk satu orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan ditangkap di Kabupaten Luwu Timur pada Agustus 2025.
“Ketiga kasus tersebut berhasil kami ungkap dan tiga pelaku diamankan, termasuk satu DPO,” kata Herman.
Selain penindakan, BNN Palopo juga memperkuat upaya pencegahan dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Sejumlah program dijalankan, di antaranya sosialisasi dan edukasi bahaya narkoba, pencanangan Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar) di Salotellue, pelatihan pendidik sebaya, serta kegiatan preventif lain yang menyasar kelompok rentan.
Langkah-langkah tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Adel, warga Kota Palopo, menilai program rehabilitasi dan pencegahan yang dijalankan BNN Palopo memberikan harapan bagi upaya memutus rantai penyalahgunaan narkotika.
“Pendekatan rehabilitasi sangat penting agar para penyalahguna bisa pulih dan tidak kembali terjerumus. Kami tentu mendukung upaya ini,” ujarnya.
Ia berharap program pencegahan dan pemberantasan narkotika terus diperkuat demi menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari narkoba.














Komentar